SISTEM PENDIDIKAN TERBUKA DAN JARAK JAUH
Tugas Kelompok
Mata Kuliah Teknologi Komunikasi dan Informasi Dalam Pendidikan
Dosen Pengampu :
Prof. Dr. Yusufhadi Miarso, M.Sc
Tugas Kelompok
Mata Kuliah Teknologi Komunikasi dan Informasi Dalam Pendidikan
Dosen Pengampu :
Prof. Dr. Yusufhadi Miarso, M.Sc
Ir. Mohamad Adriyanto, MSM
Disusun Oleh:
Aan Hasanah : 0805136113
Abd. Malik : 0805136114
Disusun Oleh:
Aan Hasanah : 0805136113
Abd. Malik : 0805136114
PENDAHULUAN
Pada hakekatnya pendidikan terbuka dan pendidikan jarak jauh mengandung konsep dasar yang sama yaitu pendidikan yang berlangsung sepanjang hayat yang berorientasikan pada kepentingan kondisidan karakteristik peserta didik /warga belajar dengan berbagai pola belajar dengan menggunakan aneka sumber belajar.
Pendidikan terbuka merupakan istilah umum(generic), sedangkan pendidikan jarak jauh lebih bersifat spesifi. Semua pendidikan jarak jauh merupakan pendidikan terbuka , sedangkan tidak semua pendidikan terbuka berupa pendidikan jarak jauh.. Pendidikan jarak jauh adalah pendidikan terbuka dengan program belajar yang terstruktur relatif ketat dan pola pembelajaran yang berlangsung tanpa tatap muka atau keterpisahan antara pendidik dan peserta didik/warga belajar.
Pada dasarnya pendidikan terbuka secara konseptual memberikan kesempatan kepada siapa saja , pada usia berapa saja , untuk memperoleh pendidikan apa saja . Peserta didik dapat memperoleh pendidikan di rumah dibawah bimbingan dan binaan orang tua, atau pada pendidikan non formal seperti kelompok bermain , atau pada pendidikan formal termasuk sekolah.
PRINSIP PENDIDIKAN TERBUKA DAN JARAK JAUH
Pendidikan terbuka dan jarak jauh diselenggarakan berdasarkan prinsip- prinsip :
1. Prinsip kebebasan : Pendidikan terbuka dan jarak jauh dirancang sebagai sistem. Pendidikan yang bebas untuk diikuti siapa Saja sehingga peserta didik menjadi sangat heterogen
2. Prinsip kemandirian : Dalam sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh diwujud
Kan dengan adanya kurikulum atau program pendidikan yang memungkinkan
Untuk dapat dipelajari secara mandiri , belajar perorangan ataupun dalam kelompok sebaya , dengan sesedikit mungkin bantuan dari guru atau tenaga kependidikan yang lain.
3. Prinsip keluwesan : Diwujudkan dengan dimungkinkannya peserta didik/warga
Belajar untuk memulai, mengaksessumber belajar, mengatur jadwal dan kegiatan belajar, mengikuti ujian atau penilaian kemajuan belajar, dan mengahiri pendidikannya di luar ketentuan batasan waktu dan tahun ajaran. Peserta didik yang cukup cerdas dan mampu belajar cepat dimungkinkan untuk dapat menyelesaikan pendidikannya lebih cepat, dan sebaliknya mereka yang lambat dalam belajarnya diberi kemungkinan penyelesaian dalam waktu yang lebih panjang.
4. Prinsip keterkinian : Diwujudkan dengan tersedianya program pembelajaran dan
Sumber belajar pada saat diperlukan, juga tersedianya komunikasi dan informasi sangan mendukung prinsip keterkinian. Kecepatan untuk memperoleh informasi yang terbaru melalui teknologi ini merupakan suatu peluang untuk dapat bertahan dan berkembang dalam persaingan bebas.
Prinsip kesesuaian : Diwujudkan dengan adanya program belajar yang terkait
Langsung dengan kebutuhan pribadi maupun tuntutan lapangan kerja atau kemajuan masyarakat.
Prinsip mobilitas : Diwujudkan dengan adanya kesempatan untuk berpindah
Lokasi , jalur, jenis dan jenjang pendidikan yang setara atau melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi setelah memenuhi persyaratan kompetensi yang diperlukan.
Prinsip efisiensi : Diwujudkan dengan pendaya gunaan berbagai macam sumber
Daya dan teknologi yang tersedia setempat dengan seoptimal mungkin. Sumberdaya yang dimaksudkan meliputi sumberdaya manusia, sumber daya alam, dan sumber daya buata
LANDASAN PERKEMBANGAN PENDIDIKAN TERBUKA DAN JARAK JAUH
Pendidikan terbuka dan jarak jauh merupakan suatu sistem yang sengaja dan sadar dirancang untuk berbagai keperluan yang belum terpenuhi oleh pendidikan regular, maka pendidikan ini juga perlu berlandaskan pada :
Landasan ontologi: Pada dasarnya manusia dilahirkan dalam keadaan yang berbeda, mempunyai kemampuan untuk mengembangkan diri secara berbeda pula, mampu berkembang sesuai dengan potensi genetika dan lingkungannya, serta mempunyai keluwesan untuk mengubah dan membentuk kepribadiannya. Dengan demikian maka pendidikan terbuka dapat memberikan kemungkinan pendidikan yang sesuai dengan perbedaan kemampuan dan kondisi manusia yang bersangkutan.
Landasan epistemologi : Bagaimana sistem pendidikan ini dapat di selenggarakan , yaitu dengan memberdayakan lembaga masyarakat, termasuk keluarga, untuk mengembangkan, memilih, dan atau memperoleh pendidikan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhanmereka dengan mendayagunakan sumber yang tersedia secara optimal. Masyarakat yang tidak menginginkan anak-anak atau warganya tercabut dari akar budaya, diberdayakan sehingga mampu menyelenggarakan pendidikan dalam lingkungan masyarakat sendiri, dengan mengembangkan potensi yang ada tanpa harus mengirimkan anak-anak atau warganya keluar lingkungan.
Landasan aksiologi : Pendidikan terbuka dan jarak jauh dapat memilih program pendidikan yang diminatinya sesuai dengan kebutuhannya dan dapat memberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi yang ada pada dirinya seoptimal mungkin, para peserta dapat belajar disela-sela kegiatan rutin sehari-hari dengan bahan belajar mandiri yang sengaja dikembangkan untuk keperluan itu, apabila ada kesulitan dapat mencari bantuan narasumber atau pembimbing yang sudah disiapkan. Bagi lembaga penyelenggara maupun masyarakat, pendidikan terbuka dan jarak jauh juga membawa manfaat misalnya :
Dapat dipercepat usaha memenuhi kebutuhan masyarakat dan pasaran kerja.
Dapat menarik minat calon peserta yang banyak.
Tidak terganggunya kegiatan kehidupan sehari-hari karena pola dan jadwal
Pembelajaran yang luwes.
Harapan akan meningkatnya kerja sama dan dukungan pengguna kelulusan atau keluaran.
PARADIGMA PENGEMBANGAN SISTEM PENDIDIKAN TERBUKA DAN JARAK JAUH
Sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh dapat dikembangkan dan yang perlu mendapat perhatiam khusus adalah :
Visi, Misi, dan Tujuan
- Visi pendidikan terbuka dan jarak jauh adalah terwujudnya pranata sosial yang memungkinkan peserta didik/warga belajar untuk memperoleh pendidikan pada semua jenis, jalur, dan jenjang secara mandiri dengan menggunakan berbagai sumber belajar , baik yang sengaja dikembangkan maupun yang tersedia untuk dimanfaatkan, dengan program yang sesuai dengan kondisi, kebutuhan, dan karakteristiknya. Visi tersebut merupakan pandangan normative tentang hakikat dan makna pendidikan terbuka dan jarak jauhdalam sistem pendidikan nasional dimasa depan.
- Misi pendidikan terbuka dan jarak jauh mencakup upaya yang akan ditempuh untuk mewujudkan visi pendidikan terbuka dan jarak jauh sebagai sistem pendidikan sepanjang hayat, berbasis kebebasan , kemandirian, keluwesan, keterkinian, keswesuaian, mobilitas dan efisiensi. Misi tersebut menjadi dasar bagi pengambil keputusan dalam bidang pendidikan dalam menyediakan berbagai fasilitas pendidikan terbuka dan jarak jauh di Indonesia.
- Tujuan pendidikan terbuka dan jarak jauh adalah untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional melalui penyelenggaraan pendidikan dengan sistem belajar terbuka dan jarak jauh pada semua jalur,jenjang, dan jenis pendidikan. Dengan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh diharapkan dapat mengatasi masalah kesenjangan pemerataan kesempatan, peningkatan mutu, relevansi dan efisiensi dalam managemen pendidikan yang disebabkan oleh berbagai factor hambatan seperti kondisi, jarak, tempat, dan waktu.
Pola, Modus, dan Cakupan
Pendidikan terbuka dan jarak jauh diselenggarakan dalam berbagai pola pembelajaran yang pada dasarnya mengandalkan tersedianya aneka sumber. Pola pembelajaran ini mencakup penyelenggaraan program pembelajaran melalui korespondensi, bahan cetak, radio, audio/video, TV, komputer atau multi media melalui jaringan komputer.
Modus penyelenggara pendidikan terbuka dan jarak jauh dapat dibedakan menjadi : 1. modus tunggal (single mode), 2. modus ganda (dual mode), 3. Modus jaringan (network mode), 4. modus beragam (multimode). Modus tunggal adalah jika layanan pendidikan kepada peserta didik/warga belajar dilaksanakan sepenuhnya melalui satu cara saja yaitu dengan melayani peserta didik ditempat tinggalnya saja. Modus ganda adalah jika layanan pendidikan kepada peserta didik/ warga belajar dilaksanakan melalui tatap muka langsung maupun tidak langsung, baik melalui media satu arah maupun dua arah. Modus jaringan adalah jika layanan pendidikan kepada peserta didik dilaksanakan melalui kolaburasi antar lembaga pendidikan.
Modus beragam adalah bisa juga disebut sebagai belajar berbasis aneka sumber, sumber ini ada yang harus dicari dan diusahakan sendiri oleh peserta didik/warga belajar, dan ada yang sudah tersedia secara khusus maupun secara umum.. Penyelenggaraan modus ini juga dapat dipandang sebagai penggabungan dari ketiga modus lainnya.
PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN TERBUKA DAN JARAK JAUH
Pendidikan terbuka dan jarak jauh dapat menyelenggaraka pendidikan pada semua jalur atau jenjang dan jenis diantaranya :
Pendidikan dasar : Pendidikan dasar bertujuan untuk mengembangkan potensi dan kapasitas belajar peserta didik, yang antara lain meliputi rasa ingin tahu, percaya diri, ketrampilan berkomunikasi, dan kesadaran diri, disamping itu pendidikan dasar perlu dioptimalkan untuk mengembangkan kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung, dan bernalar serta keterampilan hidup yang berharkat dan bermartabat.
Pendidikan menengah : Pendidikan menengah diselenggarakan sebagai kelanjutan dari pendidikan dasar, yang berfungsi untuk menyiapkan peserta didik agar menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan berinteraksi secara produktif dengan lingkungan sosial, budaya, dan alam sekitar dan atau melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Pendidikan menengah terdiri atas sekolah menengah tingkat pertama dan sekolah menengah tingkat atas, sekolah menengah tingkat atas terdiri dari sekolah menengah umum dan sekolah menengah kejuruan.
Pendidikan Tinggi : Pendidikan tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengahyang menekankan pada pengembangan kemampuan akademikdan keterampilan professional sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja.
Pendidikan Luar Sekolah : Pendidikan luar sekolah menekankan pemberian pelayanan pendidikan kepada warga masyarakat yang tidak dapat dilayani kebutuhan pendidikannya melalui jalur sekolah karena berbagai kendala , seperti kendala financial, waktu, jarak, usia, dan kesempatan.. Penyelenggaraan pendidikan terbuka dan jarak jauh pada jalur luar sekolahditujukan untuk meningkatkan pengetahuan, mengembangkan keterampilan peserta didik sesuai kebutuhan termasuk untuk menyiapkan peserta didik untuk siap memasuki dunia kerja.
Pendidikan Kedinasan : Pendidikan kedinasan menekankan pada peningkatan kemampuan dalam pelaksanaan tugas kedinasan bagi pegawai atau calon pegawai suatu departemen atau lembaga pemerintah non departemen.. Penyelenggaraan pendidikan terbuka dan jarak jauhpada pendidikan kedinasan ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan, mengembangkan ketrampilan dan keprofesian, dan memperluas wawasan sesuai dengan tuntutan perkembangan kebijakan dan kebutuhan pembangunan, tanpa harus meninggalkan tempat kerjanya.
Pendidikan keagamaan : Pendidikan keagamaan menekankan pada pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keagamaan bagi anggota masyarakat termasuk peserta didik. Penyelenggaraan pendidikan terbuka dan jarak jauh pada pendidikan keagamaan ditujukan untuk memperluas dan memperkuat pemahaman dan pengalaman nilai-nilai eagamaan bagi semua warga masyarakat.
Pendidikan berkelanjutan : Pendidikan berkelanjutan menekankan pada pemberian kesempatan kepada warga belajar dewasa untuk mengikuti perkembangan yang terjadi dalam lingkungannya. Penyelenggaraan pendidikan terbuka dan jarak jauh pada pendidikan berkelanjutan dapat dilakukan secara terencana, maupun dimanfaatkan tanpa rencana, untuk menambah pengetahuan, memperluas wawasan , meningkatkan kemampuan dan profesionalisme mereka baik untuk memenuhi kebutuhan pribadi, lingkungan kerja maupun masyarakt.
KESIMPULAN
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa :
- Pendidikan terbuka dan jarak jauh merupakan pendidikan terbuka dengan program belajar yang terstruktur relative ketat dan pola pembelajaran yang berlangsung tanpa tatap muka atau keterpisahan antara pendidik dan peserta didik / warga belajar.
Pendidikan terbuka dan jarak jauh diselenggarakan berdasarkan prinsip kebebasan, prinsip kemandirian, prinsip keluwesan, prinsip keterkinian ,prinsip kesesuaian, prinsip mobilitas, prinsip efisiensi. - Tujuan pendidikan terbuka dan jarak jauh adalah untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasionalmelalui penyelenggaraan pendidikan dengan sistem belajar terbuka dan jarak jauh pada semua jalur, jenjang dan jenis pendidikan.
Penyelenggara pendidikan terbuka dan jarak jauh diantaranya : pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan tinggi, pendidikan luar sekolah, pendidikan kedinasan, pendidikan keagamaan, pendidikan berkelanjutan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar