Penyakit Diabetes sebenarnya bukanlah yang asing bagi masyarakat. masyarakat awam sering menyebunta Kencing manis, gula darah atau diabetes. Penyalit ini termasuk penyakit yang popular Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia menempati urutan keenam di dunia sebagai negara dengan jumlah penderita Diabetes Mellitusnya terbanyak setelah India, China, Uni Sovyet, Jepang, dan Brasil. Tercatat pada tahun 1995, jumlah penderita diabetes di Indonesia mencapai 5 juta dengan peningkatan sebanyak 230.000 pasien diabetes per tahunnya, sehingga pada tahun 2010 diperkirakan akan mencapai lebih 15 juta penderita.
Definisi Diabetes
Sebanarnya sudah banyak tulisan berkaitan dengan Diabetes. Akan tetapi untuk memahami difinisi yang mudah dipahami oleh masyarakat masih merupakan tugas berat kita semua. Masih banyak masyarakat kita yang mendifinisikan diabetes adalah kencing manis, asumsinya bahwa orang yang terkena kencing manis dikarena banyak makan atau minum yang manis-manis saja, sehingga mereka mengurangi secara drastis yang berkaitan dengan gula atau makanan dan minuman yang manis. Kemudian yang timbul mereka akan sadar dan mengetahui bahwa dia menderita kencing manis setelah bagian tuhbuhnya luka dan tidak sembuh-sembuh, hingga membusuk dan lain-lain. Sehingga perlu adanya definisi yang mudah dipahami serta metode penyuluhan yang praktis agara masyarakat dapat mengenal, mencegah dan mengobati dengan baik dan benar.Diabetes adalah suatu penyakit, dimana tubuh penderitanya tidak bisa secara otomatis mengendalikan tingkat gula (glukosa) dalam darahnya. Pada tubuh yang sehat, pankreas melepas hormon insulin yang bertugas mengangkut gula melalui darah ke otot-otot dan jaringan lain untuk memasok energi.
Diabetes merupakan gangguan metabolisme (metabolic syndrome) dari distribusi gula oleh tubuh. Penderita diabetes tidak bisa memproduksi insulin dalam jumah yang cukup, atau tubuh tidak mampu menggunakan insulin secara efektif, sehingga terjadilah kelebihan gula di dalam darah. Kelebihan gula yang kronis di dalam darah (hiperglikemia) ini menjadi racun bagi tubuh. Sebagian glukosa yang tertahan di dalam darah itu melimpah ke sistem urine untuk dibuang melalui urine. Air kencing penderita diabetes yang mengandung gula dalam kadar tinggi tersebut menarik bagi semut, karena itulah gejala ini disebut juga gejala kencing manis. Dengan kata lain penyakit diabetes dikarenakan tidak berfungsinya sel beta pada pankreas untuk memproduksi insulin yang cukup untuk mengontrol gula darahMenurut WHO, definisi diabetes mellitus didasarkan pada pengukuran kadarglukosa dalam darah. Dari definisi ini didapatkan dua kelompok, yaitu kelompok diabetes melitus tipe 1 yang tergantung insulin clan kelompok diabetes tipe 2 yang tidak tergantung insulin. Bahkan Seorang ahli neurology Rhode Island Hospital, Suzanne de la Monte bersama rekannya seorang professor di bidang patologi di Brown Medical School telah menemukan diabetes tipe baru. Diabetes tipe baru ini dinamakan diabetes tipe 3 karena insulin tidak hanya di produksi di pankreas tetapi juga di produksi di otak dan diduga dapat meningkatkan risiko terhadap penyakit Alzheimer’s. Mungkin bagi masyarakat Indonesia banyak yang masih belum mengenal, jangankan diabetes tipe 3, definisi penyakit diabetes itu sendiri masih banyak yang belum mengetahuinya.Penyebab DiabetesPenyebab utama diabetes di era globalisasi adalah adanya perubahan gaya hidup (pola makan yang tidak seimbang, kurang aktivitas fisik). Selain itu, adanya stress, kelainan genetika, usia yang semakin lama semakin tua dapat pula menjadi salah satu faktor penyebab timbulnya penyakit diabetes.Secara singkat, faktor-faktor yang mempertinggi risiko diabetes adalah:Kelainan GenetikaDiabetes dapat menurun menurut silsilah keluarga yang mengidap diabetes, karena kelainan gen yang mengakibatkan tubuh tak dapat menghasilkan insulin dengan baik. Selain itu, faktor resiko lainnya yaitu faktor kelebihan berat badan, stress, dan kurang bergerak.UsiaUmumnya manusia mengalami perubahan fisiologi yang secara drastis menurun dengan cepat setelah usia 40 tahun. Diabetes sering muncul setelah seseorang memasuki usia rawan tersebut, terutama setelah usia 45 tahun dan pada mereka yang berat badannya berlebih sehingga tubuhnya tidak peka terhadap insulin.Gaya hidup stresStres kronis yang cenderung membuat seseorang mencari makanan yang manis-manis dan berlemak tinggi untuk meningkatkan kadar lemak seretonin otak. Seretonin ini mempunyai efek penenang sementara untuk meredakan stresnya. Tetapi gula dan lemak itulah yang berbahaya bagi mereka yang berisiko kena diabetes.Pola makan yang salahKurang gizi atau kelebihan berat badan sama-sama meningkatkan risiko kena diabetes. Kurang gizi (malnutrisi) dapat merusak pankreas, sedangkan obesitas (gemuk berlebih) mengakibatkan gangguan kerja insulin (retensi insulin).Kurang gizi dapat terjadi selama kehamilan, masa anak-anak, dan pada usia dewasa akibat diet ketat berlebih. Sedangkan kurang gizi pada janin mungkin terjadi karena ibunya merokok atau mengkonsumsi alcohol selama hamilnya.Sebaliknya, obesitas bukan karena makanan yang manis atau kaya lemak, tetapi lebih disebabkan jumlah konsumsi yang terlalu banyak, sehingga cadangan gula darah yang disimpan di dalam tubuh sangat berlebihan. Sekitar 80% penderita diabetes tipe II adalah mereka yang tergolong gemuk.
Gejala Diabetes
Para ahli mengatakan bahwa ketika tingkat glukosa dalam darah meningkat, penyerapan ulang glukosa pada ginjal pasien tidak lengkap yang berarti sebagian besar glukosa tertinggal di urin. Kondisi ini dikenal dengan istilah glycosuria. Masalah ini selain menyebabkan tingginya kadar gula urin juga meningkatkan tekanan osmotic urine.Untuk gejala diabetes tipe I muncul secara tiba-tiba pada saat usia anak-anak sebagai akibat dari kelainan genetika, sehingga tubuh tidak memproduksi insulin dengan baik.Gejala-gejalanya antara lain adalah:
• Sering buang air kecil
• Terus-menerus lapar dan haus
• Berat badan menurun
• Kelelahan
• Penglihatan kabur
• Infeksi pada kulit yang berulang
• Meningkatnya kadar gula dalam darah dan air seni. Cenderung terjadi pada mereka yang berusia di bawah 20 tahunSedangkan gejala diabetes tipe II muncul secara perlahan-lahan sampai menjadi gangguan yang jelas, dan pada tahap permulaannya seperti gejala diabetes tipe I, yaitu:
• Cepat lelah, kehilangan tenaga, dan merasa tidak fit
• Sering buang air kecil
• Terus menerus lapar dan haus
• Kelelahan yang berkepanjangan dan tidak ada penyebabnya
• Mudah sakit yang berkepanjanganJika glukosa darah sudah tumpah ke saluran urin dan urin tersebut tidak disiram, maka akan dikerubuti oleh semut yang merupakan tanda adanya gula.
Gejala lain yang biasanya muncul adalah:
• Penglihatan kabur
• Luka yang lama sembuh
• Kaki terasa kebas, geli, atau merasa terbakar
• Infeksi jamur pada saluran reproduksi wanita
• Impotensi pada priaDiabetes Tipe II biasanya terjadi pada mereka yang berusia diatas 40, tetapi prevalensinya makin tinggi pada golongan anak-anak dan remaja.
Riset juga menemukan bahwa kebanyakan orang yang mengalami gejala pre-diabetes, yaitu suatu kondisi yang merupakan pendahuluan dari munculnya diabetes tipe II, tidak menyadari bahwa ia sedang diincar oleh diabetes yang berbahaya. Walaupun gejalanya tidak muncul, tetapi dari pemeriksaan gula darah menunjukan bahwa kadar gula darah puasa berada di atas normal, meskipun belum cukup tinggi untuk dikategorikan sebagai kasus diabetes. Tetapi kasus pre-diabetes itu sendiri dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular sampai 50%.
Tipe atau Jenis-jenis Diabetes
Diabetes Tipe I, (IDDM/ tergantung insulin)
Diabetes Tipe I ini adalah bila tubuh perlu pasokan insulin dari luar, karena sel-sel beta dari pulau-pulau Laangerhans telah mengalami kerusakan, sehingga pankreas berhenti memproduksi insulin. Kerusakan sel beta tersebut dapat terjadi sejak kecil ataupun setelah dewasa.Diabetes Tipe I ini diidap oleh sekitar 10-15% penderita diabetes di Amerika Serikat. Penderitanya harus mendapatkan suntikan insulin setiap hari selama hidupnya, sehingga dikenal dengan istilah Insulin-dependent diabetes mellitus (IDDM) atau diabetes mellitus yang tergantung pada insulin untuk mengatur metabolisme gula dalam darah. Dari kondisinya, inilah jenis diabetes yang paling parah.Diabetes Tipe I ini biasanya ditemukan pada penderita yang mulai mengalami diabetes sejak anak-anak atau remaja, sehingga pada zaman dulu para dokter menyebutnya sebagai diabetes anak muda. Separuh dari penderita diabetes yang mengidapnya adalah usia dewasa, tetapi tidak berbadan gemuk seperti umumnya penderita.
Diabetes Tipe II.
Para periset menyebutnya sebagai Diabetes Tipe 1,5, yang disebut sebagai LADA (latent autoimmune diabetes in adults), karena sistem imun menyerang (reaksi autoimun) sel-sel beta pankreas secara perlahan-lahan sehingga berhenti memproduksi insulin.Penderita Diabetes Tipe I sangat rentan terhadap komplikasi jangka pendek yang berbahaya dari penyakit ini, yakni dua komplikasi yang erat berhubungan dengan perubahan kadar gula darah, yaitu terlalu banayak gula darah (hiperglikemia) atau kekurangan gula darah (hipoglikemia). Risiko lain penderita diabetes tipe I ini adalah keracunan senyawa keton yang berbahaya dari hasil samping metabolisme tubuh yang menumpuk (ketoasidosis), dengan risiko mengalami koma diabetik.Diabetes Tipe II, (NIDDM/ tidak tergantung insulin)Diabetes Tipe II terjadi jika insulin hasil produksi pankreas tidak cukup atau sel lemak dan otot tubuh menjadi kebal terhadap insulin, sehingga terjadilah gangguan pengiriman gula ke sel tubuh. Diabetes Tipe II ini merupakan tipe diabetes yang paling sering umum dijumpai, juga sering disebut diabetes yang dimulai pada masa dewasa, dikenal sebagai NIDDM (Non-insulin dependent diabetes mellitus). Jenis diabetes ini mewakili sekitar 90% dari seluruh kasus diabetes, karena umumnya 4 sampai 5 orang penderita Diabetes Tipe II ini memiliki kelebihan berat badan, maka obesitas sering dijadikan sebagai indikator bagi penderita diabetes.Diabetes Tipe II ini dapat menurun dari orangtua yang penderita diabetes. Tetapi risiko terkena penyakit ini akan semakin tinggi jika memiliki kelebihan berat badan dan memiliki gaya hidup yang membuat anda kurang bergerak. Jadi pada Diabetes Tipe II ini yang menjadi pencetus utama adalah faktor obesitas (gemuk berlebih). Faktor penyebab lain adalah pola makan yang salah, proses penuaan, dan stress yang mengakibatkan terjadinya resistensi insulin. Juga mungkin terjadi karena salah gizi (malnutrisi) selama kehamilan, selama masa anak-anak, dan pada usia dewasa.
Diabetes Tipe III
Diabetes Tipe III, baru ditemukanPara ahli di US percaya bahwa mereka telah menemukan tipe baru diabetes setelah menemukan bahwa insulin juga diproduksi di otak dan dapat meningkatkan risiko terhadap penyakit Alzheimer’s. Penelitian yang dilakukan oleh Suzanne de la Monde bersama rekannya yang seorang professor di bidang patologi di Brown Medical Schoolini menemukan hubungan antara penyakit diabetes dan Alzheimer. Suzanne mengemukakan bahwa insulin yang diproduksi dalam otak, dibutuhkan tubuh untuk kelangsunagan hidup sel-sel otak. Bila jumlahnya kurang, maka sel-sel otak pun akan mengalami degenerasi dan akhirnya memicu timbulnya penyakit Alzheimer. Hasil penelitian ini diperkuat lagi dengan dilakukannya penelitian pada jaringan otak dari mayat yang sebelumnya telah di diagnosa menderita penyakit Alzheimer. Hasilnya jumlah insulin dan IGF I berkurang di daerah cortex, hippocampus, dan hipotalamus.
Pencegahahan
Melihat bahwa gangguan keseimbangan kadar gula darah dapat dipengaruhi oleh konsumsi makanan yang berlebihan (pola makan yang salah) dan kegiatan yang penuh tekanan (gaya hidup stress), maka diabetes sebenarnya dapat dicegah dengan cara-cara berikut.
- Bila kegemukan, turunkan berat badanLakukan latihan aerobik (berenang, bersepeda, jogging, jalan cepat) paling tidak tiga kali seminggu, setiap kali 15-60 menit sampai berkeringat dan terengah-engah tanpa membuat napas menjadi sesak.
- Konsumsi gula sedikit mungkin atau seperlunya, karena bukan merupakan bagian penting dari menu yang sehat. Kebutuhan zat gula darah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dapat dipenuhi dari karbodihrat yang berasal dari beras, sereal, roti, kentang, atau bakmi dalam menu sehari-hari.Setelah berumur 40, periksa kadar gula urine kita setiap tahun, terutama bila anda mempunyai riwayat keluarga penderita diabetes.
- Bagi anda yang sudah memiliki “bakat” diabetes, jangan khawatir, marilh kita pelajari cara mengobatinya.Mengatasi Diabetes Kondisi diabetes tergantung pada individu masing-masing, terutama dari segi kepatuhan dan kedisiplinan untuk melakukan diet dan olahraga secara benar dan teratur. Selain itu, dosis suatu obat yang diberikan dokter pun harus sesuai dengan kondisi penderita. Bila pada suatu taraf obat tersebut sudah tidak mampu lagi menurunkan kadar gula sang penderita, maka harus diganti dengan obat lain atau insulin.
- Salah satu tips mengatasi Diabetes adalah :
- Patuhi Nasehat Dokter. Disiplin minum obat, minumlah obat yang diresepkan dokter secara teratur sesuai dengan aturan pemakaiannya. Jangan dicampur obat lain tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anda. Dan tak kalah pentingnya adalah Jadilah dokter pendamping diri sendiri, karena akan lebih bertanggung jawab atas kesembuhan dari sendiri.
- Diet. Pola diet yang aman bagi penderita/ atau yang terkena gejala Diabetes adalah dengan cara Memilih karbohidrat yang aman. Memilih sumber karbohidrat yang aman bagi penderita diabetes adalah memilih makanan yang mengandung senyawa karbohidrat kompleks, yang dapat melepaskan glukosa darah secara bertahap, agar tidak terjadi lonjakan kadar gula darah dengan tiba-tiba setelah makan. Pola diet diabetes yang tepat untuk mencegah agar tidak terkena diabetes adalah yang bertujuan untuk menjaga agar berat badan tidak berlebihan.
- Pangkaslah kalorinya, Kurangi lemaknya, makanlah karbohidrat kompleks, ucapkan selamat tinggal pada yang manis, ngemilah diantara waktu makan, dan tidak lupa Lengkapi dengan seratOlahraga dengan teratur. Tidak dianjurkan untuk olah raga tertentu. Akan tetapi sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh sehingga tidak memberikan beban yang berlebih pada tubuh. Beberapa jenis olah raga yang dianjurkan seperti, berjalan kaki, bersepeda, berenang atau senam.
- Kontrol gula darah secara rutin.Dampak Bagi Penderita dalam KehidupanSetiap penyakit memang mempunyai dampak yang berat atau ringan dalam kehidupan penderita. Tergantung jenis penyakit yang dideritanya.
Dampak Bagi Penderita dalam Kehidupan
Dampak yang dimaksud adalah bisa dampak psikologi, dampak terhadap diri sendir dan keluarga, bahkan dampak sosialnya. Bagi sebagian besar penderita penyakit diabetes memang tidak banyak berdampak besar pada masalah sosial. Akan tetapi lebih pada diri sendiri, termasuk dengan resistensi terhadap tubuh itu sendiri. Sehingga tidak jarang penderita diabetes mengalami komplikasi atau potensi komplekasi lebih besar dibandingkan dengan dengan penyakit lainnya.
Diabetes bisa menyebabkan beberapa komplikasi diantaranya adalah sebagai berikut :Hypoglycemia , Ketoacidosis, Nonketotic hyperosmolar comaKomplikasi jangka panjang lainnya seperti :Penyakit kardiovaskular/penyakit jantung. Resiko terkena penyakit jantung meningkat dua kali lipat bagi penderita Diabetes. Gagal ginjal, Kerusakan pada mata (kebutaan), Kerusakan syaraf Kerusakan microvascular yang menyebabkan impontensi.Sehingga banyak peneliti yang mencoba menghubungkan pengaruh penyakit terhadap fungsi kognitif pada orang yang berumur yang menderita Diabets dan yang tidak, dan hasilnya sungguh membingungkan. Saat ini meskipun para ahli tidak menyatakannya secara langsung, namun mereka sepakat bahwa fungsi kognitif seseorang, selain Diabetes, juga dipengaruhi oleh umur, lama suatu penyakit diderita, pengendalian glycemic, dan juga faktor lain.
UPAYA-UPAYA DALAM PENANGGULANGAN MENAGANI PENDERITA DIABETESSeperti yang telah disebutkan di atas bahwa masalah penyakit Diabetes merupakan masalah global yang harus ditangani bersama-bersama. Selain upaya dari diri penderita bantuan perhatian dari orang lain pun sangat membantu dalam mencegah, mengobati dan menekan jumlah penderita, peran Masyarakat maupun pemerintah sebagai lembaga yang dapat mengambil kebijakan sangat menentukan dalam mengurangi jumlah penderita Diabetes di seluruh dunia. Langkah-langkah yang diambil meliputi:
- Prinsip-Prinsip Untuk Perubahan Positif Pada Perawatan Diabetes- Diabetes harus diprioritaskan sebagai inisiatif kesehatan publik.- Terdapat kebutuhan untuk penyatuan kebijakan untuk memfasilitasi pertukaran dari praktek terbaik, meningkatkan kepedulian dan mengimplementasikan program pencegahan yang efektif.- paya kerjasama antara pemerintah dan asosiasi diabetes regional yang mempermudah perawatan diabetes yang mutakhir, lebih awal dan lebih intensif dengan hasil-hasil yang maju. Organisasi Nirlaba dapat menjadi pilar ketiga yang penting dalam mendukung yayasan untuk perubahan perawatan kesehatan.- Peningkatan pemahaman publik adalah penting untuk pencegahan dan diagnosa awal diabetes.- Kesuksesan kepedulian publik dalam langkah-langkah pencegahan primer herus mengadopsi pendekatan holistic antar disiplin ilmu dengan pelatihan diabetes yang menyeluruh untuk profesional perawatan kesehatan untuk memastikan konsitensi informasi.- Strategi manajemen yang berpusat pada pasien terbukti berhasil dalam memotivasi sejumlah individu untuk secara aktif mengelola sendiri kondisi mereka.- Program-program pencegahan harus melingkupi masalah lebih luas dari kegemukan dan gaya hidup santai dan melibatkan sektor-sektor lain termasuk industri makanan.
- Kemitraan GlobalKemitraan Global untuk Manajemen Diabetes yang Efektif, hari ini menyerukan pemeriksaan seksama dalam pendekatan dan sikap dunia terhadap pencegahan dan perawatan diabetes untuk membalikkan peningkatan wabah diabetes baru-baru ini yang dikenali diakui oleh Hari Diabetes Dunia yang pertama oleh PBB. Dalam sebuah publikasi baru yang berjudul Resolusi PBB pada diabetes: “Waktunya untuk Menempatkan Kata-kata Bijak menjadi Aksi,” Resolusi PBB merupakan tonggak sejarah yang besar karena Ia menandai diabetes sebagai ancaman serius, yang tumbuh dan membutuhkan biaya pada perorangan dan kesehatan dunia. Statistik yang mengejutkan dari penyakit ini menunjukkan bahwa sama sekali tidak ada ruang untuk kepuasan,” kata Martin Silink, Presiden dan pemimpin kampanye Federasi Diabetes Internasional untuk Resolusi PBB pada diabetes. “Agar Resolusi PBB memiliki signifikansi nyata dan dampak dunia yang sebenarnya, kita harus bergabung bersama untuk mengimplementasikan secara efektif sejumlah inisiatif yang proaktif seperti hal-hal yang telah digariskan dalam publikasi dari Kemitraan Global.Kemitraan Global merupakan gugus tugas global yang terdiri dari para pakar diabetes internasional yang berkomitmen menyediakan masukan praktis untuk meningkatkan perawatan diabetes. Dalam publikasi baru, para pakar menanggapi seruan Resolusi PBB untuk beraksi dengan menawarkan panduan praktis memberikan inspirasi dan memperkuat semua anggota komunitas diabetes untuk beraksi memajukan perawatan diabetes — mulai dari penyedia perawatan kesehatan hingga pada pasien dan sejumlah pemerintahan nasional. Contoh-contoh ini menyoroti manfaat dari intervensi awal dan intensif untuk mencegah komplikasi diabetes, fokus pada nilai dari pendekatan kelompok pada manajemen penyakit dengan pasien di tengah-tengah untuk hasil yang lebih baik; dan menegaskan kebutuhan untuk berubah dalam praktek dan kebijakan kesehatan untuk memberikan dampak jangka panjang yang bertahan lama pada pasien dan kesehatan masyarakat di seluruh dunia.Jika kita tidak beraksi sekarang, pada tahun 2025 hampir 400 juta orang seluruh dunia akan hidup dengan diabetes secara global. Nyatanya, sejumlah pendekatan terkini pada pencegahan dan perawatan diabetes tidak mampu bekerja dengan cukup baik,” kata Profesor Stefano Del Prato, kepala Kemitraan Global dan profesor endokrinologi di Universitas Pisa, Italia. “Tidak ada seorang pasien, dokter, pemerintah atau kawasan yang dilengkapi untuk berhadapan dengan diabetes secara sendiri. Penting untuk membahas krisis kesehatan publik ini dalam cara lintas disiplin dan berbagi untuk memotivasi dan memperkuat para individu penderita diabetes untuk mengontrol kondisi mereka.”Resolusi PBB pada diabetes: “Waktunya untuk Menempatkan Kata-kata Bijak menjadi Aksi,” Membuat dampak positif yang bermakna pada wabah diabetes dunia, masukan dari sejumlah pakar internasional untuk aksi-aksi selanjutnya dari para pemegang saham kunci pada perawatan diabetes. Prinsip-prinsip ini sendiri tidak radikal, namun jika di-implementasikan dan mempertahankan secara global, mereka meletakkan dasar untuk revolusi diseluruh dunia dalam pengelolaan dan pencegahan diabetes.KesimpulanDari uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa:1. Penyakit Diabetes merupakan penyakit sangat berbahaya dan perlu mendapatkan perhatian yang serius bagi setiap orang.2. Ketrerlibatan dunia dalam menangani persoalan Diabetes merupakan harapan baru bagi pendertia atau masyarakat yang belum menderita agar dapat percaya diri dalam menjalni kehidupan.3. Perlu upaya lebih keras dari semua elemen masyarakat agar penyakit Diabetes dapat ditekan sedemikian kecil di masa yang akan datang.
Sunber Rujukan :
1. Judul : Understanding the Metabolic Syndrome
Alamat : http://www.majalah-farmacia.com/rubrik/one_news.asp?IDNews=236.
Sumber : Farmacia
2. Judul : Paka Diabetes Serukan Tanggung Jawab Bersama
Alamat : http://sweetpee.wordpress.com/2007/11/28/pakar-diabetes-internasional-serukan-tanggungjawab-bersama/
Sumber : Sweetpee is Kencing Manis