Selasa, 01 Juli 2008

Peran Kepala Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan
(Alternatif Kepemimpinan di Sekolah)
Oleh :
Aan Hasanah

A. Pendahuluan
Salah satu pilar keberhasilan pendidikan adalah kepemimpinan pendidikan. Pemimpin di sekolah (lembaga pendidikan) bukan hanya hanya bertanggung jawab atas jalannya roda kegiatan sekolah akan tetepi juga sangat menentukan terhadap kemajuan sekolah itu sendiri. Pelaksanaan Manajemen peningkatan mutu pendidikan berbasis sekolah (MPMPBS) adalah salah satu acuan dasar dalam manjemen pendididikan. Akan tetapi, program tersebut tidak dapat berjalan mulus karena berbagai masalah klasik yang sulit dirubah dalam dunia pendidikan. Salah satunya adalah kepemimpi pendidikan yang ada pada level sekolah. Sebagian besar kepala sekolah belum mampu beradaptasi dengan aturan baru tersebut. Langkah yang diambil sebagian besar adalah model kepemimpinan klasik yang lebih berorintasi pola pikir kepemimpinan kepala sekolah sebagai ’Bos’ atau ’juragan’ di sekolah. Akibat pola kepemimpinan tersebut, maka masalah lain mengiri setiap upaya peningkatan mutu pendidikan iru sendiri, salah satunya adalah guru, siswa dan masyarakat sekitar.
Menurut Hanafiah, dkk Masalah-masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan manajemen peningkatan mutu pendidikan adalah : pertama sikap mental para pengelola pendidikan, baik yang memimpin maupun yang dipimpin. Yang dipimpin bergerak karena perintah atasan, bukan karena rasa tanggung jawab. Yang memimpin sebaliknya, tidak memberi kepercayaan, tidak memberi kebebasan berinisiatif, mendelegasikan wewenang. Masalah kedua adalah tidak adanya tindak lanjut dari evaluasi program. Hampir semua program dimonitor dan dievaluasi dengan baik, Namun tindak lanjutnya tidak dilaksanakan. Akibatnya pelaksanaan pendidikan selanjutnya tidak ditandai oleh peningkatan mutu. Masalah ketiga adalah gaya kepemimpinan yang tidak mendukung. Pada umumnya pimpinan tidak menunjukkan pengakuan dan penghargaan terhadap keberhasilan kerja stafnya. Hal ini menyebabkan staf bekerja tanpa motivasi. Masalah keempat adalah kurangnya rasa memiliki pada para pelaksana pendidikan. Perencanaan strategis yang kurang dipahami para pelaksana, dan komunikasi dialogis yang kurang terbuka. Prinsip melakukan sesuatu secara benar dari awal belum membudaya. Pelaksanaan pada umumnya akan membantu sustu kegiatan, kalau sudah ada masalah yang timbul. Hal inipun merupakan kendala yang cukup besar dalam peningkatan dan pengendalian mutu. (M. Jusuf Hanafiah dkk, 1994:8).

B. Analisis Permasalahan
1. Sikap mental bawahan yang bekerja bukan atas tanggung jawab, tetapi hanya karena diperintah atasan akan membuat pekerjaan yang dilaksanakan hasilnya tidak optimal. Guru hanya bekerja berdasarkan petunjuk dari atas, sehingga guru tidak bisa berinisitiaf sendiri. Sementara itu pimpinan sendiri punya sikap mental yang negatif dimana ia tidak bisa memberikan kesempatan bagi bawahan untuk berkarir dengan baik, bawahan harus mengikuti pada petunjuk atasan, bawahan yang selalu dicurigai, bawahan yang tidak bisa bekerja sesuai dengan caranya. Kenyatan ini karena profil kepala sekolah yang belum menampilkan gaya entrepeneur dan gaya memimpin situasional.
2. Penelitian Usman (1997) menyimpulkan bahwa pelaksanaan Pengembangan Sekolah Seutuhnya (PSS) di SMK mengalami kegagalan karena kepala sekolahnya masih cenderung manampilkan gaya kepemimpinan otoriter, hal ini karena lemahnya kemandirian sekolah akibat pembinaan pemerintah yang sangat sentralistik. Birokratik, formalistik, konformistik, uniformistik dan mekanistik. Pembinaan yang demikian ini tidak memberdayakan potensi sekolah. Akibatnya, setiap hierarki yang berada di bawah kekuasaan bersikap masa bodoh, apatis, diam supaya aman, menunggu perintah, tidak kreatif dan tidak inovatif, kurang berpartisipasi dan kurang bertanggung jawab, membuat laporan asal bapak senang dan takut mengambil resiko.
3. Kelemahan sistem sentralistik dengan komunikasi dari atas ke bawah lebih menekankan fingsinya sebagai line of command dan tidak fungsinya sebagai line of services, hal ini tampaknya merintangi perkembangan-perkembangan potensi SDM untuk memcahkan masalah-masalah khusus on the spot (Sutisna, 1972 dalam Husaini Usman, 2001).Hal tersebut merupakan penghalang dalam pelaksanaan manajemen mutu pendidikan, maka solusinya adalah dengan diadakannya penerapan pendidikan yang tidak sentralistik, sehingga pola manajemen pendidikan dapat disesuaikan dari pola lama ke pola baru.
C. Pemecahan Masalah
Program peningkatan mutu pendidikan tidak akan jalan jika setelah diadakannya monitoring dan evaluasi tanpa ditindaklanjuti. Fungsi pengawasan (controlling) dalam manajemen berguna untuk membuat agar jalannya pelaksanaan manajemen mutu sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya. Pengawasan bertujuan untuk menilai kelebihan dan kekurangan. Apa-apa yang salah dintinjau ulang dan segera diperbaiki. Tidak adanya tindak lanjut bisa disebabkan karena rendahnya etos kerja para pengelola pendidikan, iklim organisasi yang tidak menyenangkan. Mengenai etos kerja Pidarta (1998), mengutip hasil penelitian Internasional bahwa Indonesia sebagai bangsa termalas nomor tiga dari 42 negara termalas di dunia. Temuan Pidarta tersebut mendukung temuan Muchoyar (1995, dan Rasyid, 1995 dalam Husaini Usman) yang menyatakan etos kerja dosen dan karyawan IKIP cenderung rendah.
Agar program dapat dimonitor dan ditindaklanjuti maka perlu melibatkan semua pihak untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan partisipatif ialah suatu cara pengambilan keputusan yang terbuka dan demokratis yang melibatkan seluruh stakeholders di dewan sekolah. Asumsinya jika seseorang diundang untuk pengambilan keputusan, maka ia kan merasa dihargai, dilibatkan, memiliki, bertanggung jawab. Pelibatan stakeholders didasarkan keahlian, batas kewenangan, dan relevansinyan dengan tujuan pengambilan keputusan.
Gaya kepemimpinan yang tidak mendukung, akan mengakibatkan gagalnya pelaksanaan manajemen peningkatan mutu. Kepala sekolah harus senantiasa memahami sekolah sebagai suatu sistem organic. Untuk itu kepala sekolah harus lebih berperan sebagai pemimpin dibandingkan sebagai manager. Sebagai leader maka kepala sekolah harus :
Lebih banyak mengarahkan daripada mendorong atau memaksa.
Lebih bersandar pada kerjasama dalam menjalankan tugas dibandingkan bersandar pada kekuasaan atau SK.
Senantiasa menanamkan kepercayaan pada diri guru dan staf administrasi. Bukannya menciptakan rasa takut.
Senantiasa menunjukkan bagaimana cara melakukan sesuatu daripada menunjukkan bahwa ia tahu sesuatu.
Senantiasa mengembangkan suasana antusias bukannya mengembangkan suasana yang menjemukan.
Senantiasa memperbaiki kesalahan yang ada daripada menyalahkan kesalahan pada seseorang, bekerja dengan penuh ketangguhan bukannya ogah-ogahan karena serba kekurangan(Boediono,1998).
Menurut Poernomosidi Hadjisarosa (1997 dalam slamet, PH, 2000), kepala sekolah merupakan salah satu sumberdaya sekolah yang disebut sumberdaya manusia jenis manajer (SDM-M) yang memiliki tugas dan fungsi mengkoordinasikan dan menyerasikan sumberdaya manusia jenis pelaksana (SDM-P) melalui sejumlah input manajemen agar SDM-P menggunakan jasanya untuk bercampur tangan dengan sumberdaya selebihnya (SD-slbh), sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik untuk menghasilkan output yang diharapkan.
Secara umum, karakteristik kepala sekolah tangguh dapat dituliskan sebagai berikut (Slamet, PH,2000) : Kepala sekolah: (a) memiliki wawasan jauh kedepan (visi) dan tahu tindakan apa yang harus dilakukan (misi) serta paham benar tentang cara yang akan ditempuh (strategi); (b) memiliki kemampuan mengkoordinasikan dan menyerasikan seluruh sumberdaya terbatas yang ada untuk mencapai tujuan atau untuk memenuhi kebutuhan sekolah (yang umumnya tak terbatas); (c) memiliki kemampuan mengambil keputusan dengan terampil (cepat, tepat, cekat, dan akurat); (d) memiliki kemampuan memobilisasi sumberdaya yang ada untuk mencapai tujuan dan yang mampu menggugah pengikutnya untuk melakukan hal-hal penting bagi tujuan sekolahnya; (e) memiliki toleransi terhadap perbedaan pada setiap orang dan tidak mencari orang-orang yang mirip dengannya, akan tetapi sama sekali tidak toleran terhadap orang-orang yang meremehkan kualitas, prestasi, standar, dan nilai-nilai; (f) memiliki kemampuan memerangi musuh-musuh kepala sekolah, yaitu ketidakpedulian, kecurigaan, tidak membuat keputusan, mediokrasi, imitasi, arogansi, pemborosan, kaku, dan bermuka dua dalam bersikap dan bertindak. Oleh karena itu, kepala sekolah seharusnya:
Kepala sekolah menggunakan "pendekatan sistem" sebagai dasar cara berpikir, cara mengelola, dan cara menganalisis kehidupan sekolah. Oleh karena itu, kepala sekolah harus berpikir sistem (bukan unsystem), yaitu berpikir secara benar dan utuh, berpikir secara runtut (tidak meloncat-loncat), berpikir secara holistik (tidak parsial), berpikir multi-inter-lintas disiplin (tidak parosial), berpikir entropis (apa yang diubah pada komponen tertentu akan berpengaruh terhadap komponen-komponen lainnya); berpikir "sebab-akibat" (ingat ciptaan-Nya selalu berpasang-pasangan); berpikir interdipendensi dan integrasi, berpikir eklektif (kuantitatif + kualitatif), dan berpikir sinkretisme.
Kepala sekolah memiliki input manajemen yang lengkap dan jelas, yangditunjukkan oleh kelengkapan dan kejelasan dalam tugas (apa yang harus dikerjakan, yang disertai fungsi, kewenangan, tanggungjawab, kewajiban, dan hak), rencana (diskripsi produk yang akan dihasilkan), program (alokasi sumberdaya untuk merealisasikan rencana), ketentuan-ketentuan/limitasi (peraturan perundang-undangan, kualifikasi, spesifikasi, metoda kerja, prosedur kerja, dsb.), pengendalian (tindakan turun tangan), dan memberikan kesan yang baik kepada anak buahnya.
Kepala sekolah memahami, menghayati, dan melaksanakan perannya sebagai manajer (mengkoordinasi dan menyerasikan sumberdaya untuk mencapai tujuan), pemimpin (memobilisasi dan memberdayakan sumberdaya manusia), pendidik (mengajak nikmat untuk berubah), wirausahawan (membuat sesuatu bisa terjadi), penyelia (mengarahkan, membimbing dan memberi contoh), pencipta iklim kerja (membuat situasi kehidupan kerja nikmat), pengurus/administrator (mengadminitrasi), pembaharu (memberi nilai tambah), regulator (membuat aturan-aturan sekolah), dan pembangkit motivasi (menyemangatkan). Catatan: manajer tangguh, menurut hasil-hasil penelitian kelas kakap dunia, paling tidak memiliki sejumlah kompetensi seperti berikut. Menurut Enterprising Nation (1995), manajer tangguh memiliki delapan kompetensi, yaitu: (a) people skills, (b) strategic thinker, (c) visionary, (d) flexible and adaptable to change, (e) self-management, (f) team player, (g) ability to solve complex problem and make decisions, and (h) ethical/high personal standards. Sedang American Management Association (1998) menuliskan 18 kompetensi yang harus dimiliki manajer tangguh, yaitu: (a) efficiency orientation, (b) proactivity, (c) concern with impact, (d) diagnostic use of concepts, (e) use of unilateral power, (f) developing others, (g) spontaneity, (h) accurate self-assessment, (i) self-control, (j) stamina and adaptability, (k) perceptual objectivity, (l) positive regard, (m) managing group process, (n) use of sosialized power, (o) self-confidence, (p) conceptualization, (q) logical thought, and (r) use of oral presentation.
Kepala sekolah memahami, menghayati, dan melaksanakan dimensi-dimensi tugas (apa), proses (bagaimana), lingkungan, dan keterampilan personal, yang dapat diuraikan sebagai berikut: (a) dimensi tugas terdiri dari: pengembangan kurikulum, manajemen personalia, manajemen kesiswaan, manajemen fasilitas, pengelolaan keuangan, hubungan sekolah-masyarakat, dsb; (b) dimensi proses, meliputi pengambilan keputusan, pengelolaan kelembagaan, pengelolaan program, pengkoordinasian, pemotivasian, pemantauan dan pengevaluasian, dan pengelolaan proses belajar mengajar; (c) dimensi lingkungan meliputi pengelolaan waktu, tempat, sumberdaya, dan kelompok kepentingan; dan (d) dimensi keterampilan personal meliputi organisasi diri, hubungan antar manusia, pembawaan diri, pemecahan masalah, gaya bicara dan gaya menulis (Lipham, 1974; Norton, 1985).
Kepala sekolah mampu menciptakan tantangan kinerja sekolah (kesenjangan antara kinerja yang aktual/nyata dan kinerja yang diharapkan). Berangkat dari sini, kemudian dirumuskan sasaran yang akan dicapai oleh sekolah, dilanjutkan dengan memilih fungsi-fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran, lalu melakukan analisis SWOT (Strength, Weaknes, Opportunity, Threat) untuk menemukan faktor-faktor yang tidak siap (mengandung persoalan), dan mengupayakan langkah-langkah pemecahan persoalan. Sepanjang masih ada persoalan, maka sasaran tidak akan pernah tercapai.
Kepala sekolah mengupayakan teamwork yang kompak/kohesif dan cerdas, serta membuat saling terkait dan terikat antar fungsi dan antar warganya, menumbuhkan solidaritas/kerjasama/kolaborasi dan bukan kompetisi sehingga terbentuk iklim kolektifitas yang dapat menjamin kepastian hasil/output sekolah.
Kepala sekolah menciptakan situasi yang dapat menumbuhkan kreativitas dan memberikan peluang kepada warganya untuk melakukan eksperimentasi-eksperimentasi untuk menghasilkan kemungkinan-kemungkinan baru, meskipun hasilnya tidak selalu benar (salah). Dengan kata lain, kepala sekolah mendorong warganya untuk mengambil dan mengelola resiko serta melindunginya sekiranya hasilnya salah.
Kepala sekolah memiliki kemampuan dan kesanggupan menciptakan sekolah belajar .
Kepala sekolah memiliki kemampuan dan kesanggupan melaksanakan Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis Sekolah sebagai konsekuensi logis dari pergeseran kebijakan manajemen, yaitu pergeseran dari Manajemen Berbasis Pusat menuju Manajemen Berbasis Sekolah (dalam kerangka otonomi daerah). Untuk lebih jelasnya, lihat Gambar 2 "Pergeseran Kebijakan dari Manajemen Berbasis Pusat menuju Manajemen Berbasis Sekolah" (Slamet PH, 2000).
Kepala sekolah memusatkan perhatian pada pengelolaan proses belajar mengajar sebagai kegiatan utamanya, dan memandang kegiatan-kegiatan lain sebagai penunjang/pendukung proses belajar mengajar. Karena itu, pengelolaan proses belajar mengajar dianggap memiliki tingkat kepentingan tertinggi dan kegiatan-kegiatan lainnya dianggap memiliki tingkat kepentingan lebih rendah.
Kepala sekolah mampu dan sanggup memberdayakan sekolahnya (Slamet PH, 2000), terutama sumberdaya manusianya melalui pemberian kewenangan, keluwesan, dan sumberdaya.
Kurangnya rasa memilikipada para pelaksana pendidikan. Perencanaan strategis yang kurang dipahami para pelaksana, dan komunikasi dialogis yang kurang terbuka. Prinsip melakukan sesuatu secara benar dari awalï belum membudaya merupakan penghalang dalam pelaksanaan manajemen peningkatan mutu. Untuk itu perlu ditanamkan kepada warga sekolah untuk mempunyai asa memiliki bangga terhadap sekolahnya. Hal ini bisa terlaksana jika para warga sekolah itu merasa puas terhadap pelayanan sekolah.
Dalam Tulisan yang lain Usman (2006: 316) mengatalkan, bahwa kepemimpinan sekolah secara khusus di pendidikan kejuruan haruslah memiliki keahlian teknik baik dalam arti sebenarnya maupun dalam singkatan. Singkata TEKNIK adalah, (1) terampil, (2) etos kerja, (3) keberanian, (4) negoisasi (5) intuisi Bisnis, dan (5) kewira usahaan.
Dalam MPMPBS (Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis Sekolah) keberhasilan sekolah diukur dari tingkat kepuasan pelanggan, baik internal maupun eksternal. Sekolah dikatakan berhasil jika mampu memberikan pelayanan sama atau melebihi harapan pelanggan. Dilihat jenis pelanggannya, maka sekolah dikatakan berhasil jika :
Siswa puas dengan layanan sekolah, antara lain puas dengan pelajaran yang diterima, puas dengan perlakuan oleh guru maupun pimpinan, puas dengan fasilitas yang disediakan sekolah. Pendek kata, siswa menikmati situasi sekolah.
Orang tua siswa puas dengan layanan terhadap anaknya maupun layanan kepada orang tua, misalnya puas karena menerima laporan periodik tentang perkembangan siswa maupun program-program sekolah.
Pihak pemakai/penerima lulusan (perguruan tinggi, industri, masyarakat) puas karena menerima lulusan dengan kualitas sesuai harapan
Guru dan karyawan puas dengan pelayanan sekolah, misalnya pembagian kerja, hubungan antarguru/karyawan/pimpinan, gaji/honorarium, dan sebagainya. (Panduan Manajemen Sekolah, 2000:193).
D. Kesimpulan
Berdasarkan uraian diatas maka dapat penulis disimpulkan sebagai berikut :
1. Berdasarkan rendahnya mutu SDM pada era otomomi daerah dan menyongsong era global, maka perlu bagi pemerintah untuk memperbaiki mutu pendidikan nasional. Dalam perbaikan mutu pendidikan tersebut manajemen mutu yang diadaptasi dari Total Quality Management yang ada Industri Modern, layak untuk diadaptasai dalam Manajemen Pendidikan. Pada prinsipnya manajemen mutu ini berbasis sekolah memberdayakan semua komponen sekolah, dan sekolah sebagai unit produksi yang melayani siswa, orang tua, pihak pemakai/penerima lulusan, dan guru/karyawan.
2. Masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan manajemen peningkatan mutu adalah sikap mental para pengelola pendidikan, tidak adanya tindak lanjut dari evaluasi program, gaya kepemimpinan yang tidak mendukung, kurangnya rasa memiliki para pelaksana pendidikan. Dan belum membudayanya prinsip melakukan sesuatu secara benar dari awal. Kendala-kendala itu disebabkan oleh adanya kepemimpinan yang tidak berjiwa entrepeneur dan tidak tangguh, adanya sentralistrik manajemen pendidikan, dan rendahnya etos kerja apara pengelola, kurangnya melibatkan semua pihak untuk berpartisipasi.
D. Saran
Dari kesimpulan tersebut penulisan ini perlu penulis sarankan sebagai berikut :
1. Manajemen Peningkatan Mutu yang sering di seminarkan dan dikenalkan pada dunia pendidikan, ternyata banyak warga sekolah terutama guru yang belum tahu, kenal, dan memahami. Kebanyakan hanya diketahui oleh kepala sekolah, dan calon kepala sekolah. Disarankan agar hal ini disebarluaskan dan betul-betul bisa dilaksanakan di sekolah-sekolah.
2. Perlu ditingkatkan etos kerja, motivasi, kerjasama tim, moral kerja yang baik, punya rasa memiliki, mau bekerja keras agar Manajemen Mutu Pendidikan dapat terlaksana secara optimal sehingga mampu menghasilkan Mutu SDM. Disamping itu diperlukan seorang kepala sekolah yang berjiwa pemimpin dengan visi yang baik.

DAFTAR PUSTAKA :
Anonim, 2000. Panduan Manajemen Sekolah, Depdiknas, Dikmenum
Anonim, 2000. Manajemen Mutu Terpadu dalam Pendidikan/Kultur Sekolah, Depdiknas, hand out pelatihan calon kepala sekolah, Direktorat Sekolah lanjutan Pertama, 2000
Gaspersz, Vincent. 2000. Penerapan Total Management In Education (TQME) Pada Perguruan Tinggi di Indonesia, Jurnal Pendidikan (online), Jilid 6, No. 3 (http://www.ut.ac.id diakses 20 Januari 2001).
Hanafiah, M. Jusuf, dkk, 1994. Pengelolaan Mutu Total Pendidikan Tinggi, Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Negeri
Nasution, MN, 2000. Manajemen Mutu Terpadu, Ghalia Indonesia, Jakarta
Usman, Husaini, Peran Baru Administrasi Pendidikan dari Sistem Sentralistik Menuju Sistem Desentralistik, dalam Jurnal Ilmu Pendidikan, Februari 2001, Jilid 8, Nomor 1.
Usman, Husaini, 2006. Manajemen Teori, Praktik, dan Riset pendidikan, Bumi Aksara. Jakarta
Yunus, Falah. 2003. Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan (http://www.geocities.com/guruvalah/Manaj_Pening_Mutu_Pend.html. Diakses 23 Mei 2008)

Jumat, 27 Juni 2008

Tugas kelompok

SISTEM PENDIDIKAN TERBUKA DAN JARAK JAUH
Tugas Kelompok
Mata Kuliah Teknologi Komunikasi dan Informasi Dalam Pendidikan

Dosen Pengampu :
Prof. Dr. Yusufhadi Miarso, M.Sc
Ir. Mohamad Adriyanto, MSM

Disusun Oleh:
Aan Hasanah : 0805136113
Abd. Malik : 0805136114

PENDAHULUAN
Pada hakekatnya pendidikan terbuka dan pendidikan jarak jauh mengandung konsep dasar yang sama yaitu pendidikan yang berlangsung sepanjang hayat yang berorientasikan pada kepentingan kondisidan karakteristik peserta didik /warga belajar dengan berbagai pola belajar dengan menggunakan aneka sumber belajar.
Pendidikan terbuka merupakan istilah umum(generic), sedangkan pendidikan jarak jauh lebih bersifat spesifi. Semua pendidikan jarak jauh merupakan pendidikan terbuka , sedangkan tidak semua pendidikan terbuka berupa pendidikan jarak jauh.. Pendidikan jarak jauh adalah pendidikan terbuka dengan program belajar yang terstruktur relatif ketat dan pola pembelajaran yang berlangsung tanpa tatap muka atau keterpisahan antara pendidik dan peserta didik/warga belajar.
Pada dasarnya pendidikan terbuka secara konseptual memberikan kesempatan kepada siapa saja , pada usia berapa saja , untuk memperoleh pendidikan apa saja . Peserta didik dapat memperoleh pendidikan di rumah dibawah bimbingan dan binaan orang tua, atau pada pendidikan non formal seperti kelompok bermain , atau pada pendidikan formal termasuk sekolah.

PRINSIP PENDIDIKAN TERBUKA DAN JARAK JAUH

Pendidikan terbuka dan jarak jauh diselenggarakan berdasarkan prinsip- prinsip :
1. Prinsip kebebasan : Pendidikan terbuka dan jarak jauh dirancang sebagai sistem. Pendidikan yang bebas untuk diikuti siapa Saja sehingga peserta didik menjadi sangat heterogen
2. Prinsip kemandirian : Dalam sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh diwujud
Kan dengan adanya kurikulum atau program pendidikan yang memungkinkan
Untuk dapat dipelajari secara mandiri , belajar perorangan ataupun dalam kelompok sebaya , dengan sesedikit mungkin bantuan dari guru atau tenaga kependidikan yang lain.
3. Prinsip keluwesan : Diwujudkan dengan dimungkinkannya peserta didik/warga
Belajar untuk memulai, mengaksessumber belajar, mengatur jadwal dan kegiatan belajar, mengikuti ujian atau penilaian kemajuan belajar, dan mengahiri pendidikannya di luar ketentuan batasan waktu dan tahun ajaran. Peserta didik yang cukup cerdas dan mampu belajar cepat dimungkinkan untuk dapat menyelesaikan pendidikannya lebih cepat, dan sebaliknya mereka yang lambat dalam belajarnya diberi kemungkinan penyelesaian dalam waktu yang lebih panjang.
4. Prinsip keterkinian : Diwujudkan dengan tersedianya program pembelajaran dan
Sumber belajar pada saat diperlukan, juga tersedianya komunikasi dan informasi sangan mendukung prinsip keterkinian. Kecepatan untuk memperoleh informasi yang terbaru melalui teknologi ini merupakan suatu peluang untuk dapat bertahan dan berkembang dalam persaingan bebas.
Prinsip kesesuaian : Diwujudkan dengan adanya program belajar yang terkait
Langsung dengan kebutuhan pribadi maupun tuntutan lapangan kerja atau kemajuan masyarakat.
Prinsip mobilitas : Diwujudkan dengan adanya kesempatan untuk berpindah
Lokasi , jalur, jenis dan jenjang pendidikan yang setara atau melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi setelah memenuhi persyaratan kompetensi yang diperlukan.
Prinsip efisiensi : Diwujudkan dengan pendaya gunaan berbagai macam sumber
Daya dan teknologi yang tersedia setempat dengan seoptimal mungkin. Sumberdaya yang dimaksudkan meliputi sumberdaya manusia, sumber daya alam, dan sumber daya buata

LANDASAN PERKEMBANGAN PENDIDIKAN TERBUKA DAN JARAK JAUH

Pendidikan terbuka dan jarak jauh merupakan suatu sistem yang sengaja dan sadar dirancang untuk berbagai keperluan yang belum terpenuhi oleh pendidikan regular, maka pendidikan ini juga perlu berlandaskan pada :
Landasan ontologi: Pada dasarnya manusia dilahirkan dalam keadaan yang berbeda, mempunyai kemampuan untuk mengembangkan diri secara berbeda pula, mampu berkembang sesuai dengan potensi genetika dan lingkungannya, serta mempunyai keluwesan untuk mengubah dan membentuk kepribadiannya. Dengan demikian maka pendidikan terbuka dapat memberikan kemungkinan pendidikan yang sesuai dengan perbedaan kemampuan dan kondisi manusia yang bersangkutan.
Landasan epistemologi : Bagaimana sistem pendidikan ini dapat di selenggarakan , yaitu dengan memberdayakan lembaga masyarakat, termasuk keluarga, untuk mengembangkan, memilih, dan atau memperoleh pendidikan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhanmereka dengan mendayagunakan sumber yang tersedia secara optimal. Masyarakat yang tidak menginginkan anak-anak atau warganya tercabut dari akar budaya, diberdayakan sehingga mampu menyelenggarakan pendidikan dalam lingkungan masyarakat sendiri, dengan mengembangkan potensi yang ada tanpa harus mengirimkan anak-anak atau warganya keluar lingkungan.
Landasan aksiologi : Pendidikan terbuka dan jarak jauh dapat memilih program pendidikan yang diminatinya sesuai dengan kebutuhannya dan dapat memberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi yang ada pada dirinya seoptimal mungkin, para peserta dapat belajar disela-sela kegiatan rutin sehari-hari dengan bahan belajar mandiri yang sengaja dikembangkan untuk keperluan itu, apabila ada kesulitan dapat mencari bantuan narasumber atau pembimbing yang sudah disiapkan. Bagi lembaga penyelenggara maupun masyarakat, pendidikan terbuka dan jarak jauh juga membawa manfaat misalnya :
Dapat dipercepat usaha memenuhi kebutuhan masyarakat dan pasaran kerja.
Dapat menarik minat calon peserta yang banyak.
Tidak terganggunya kegiatan kehidupan sehari-hari karena pola dan jadwal
Pembelajaran yang luwes.
Harapan akan meningkatnya kerja sama dan dukungan pengguna kelulusan atau keluaran.

PARADIGMA PENGEMBANGAN SISTEM PENDIDIKAN TERBUKA DAN JARAK JAUH

Sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh dapat dikembangkan dan yang perlu mendapat perhatiam khusus adalah :
Visi, Misi, dan Tujuan
- Visi pendidikan terbuka dan jarak jauh adalah terwujudnya pranata sosial yang memungkinkan peserta didik/warga belajar untuk memperoleh pendidikan pada semua jenis, jalur, dan jenjang secara mandiri dengan menggunakan berbagai sumber belajar , baik yang sengaja dikembangkan maupun yang tersedia untuk dimanfaatkan, dengan program yang sesuai dengan kondisi, kebutuhan, dan karakteristiknya. Visi tersebut merupakan pandangan normative tentang hakikat dan makna pendidikan terbuka dan jarak jauhdalam sistem pendidikan nasional dimasa depan.
- Misi pendidikan terbuka dan jarak jauh mencakup upaya yang akan ditempuh untuk mewujudkan visi pendidikan terbuka dan jarak jauh sebagai sistem pendidikan sepanjang hayat, berbasis kebebasan , kemandirian, keluwesan, keterkinian, keswesuaian, mobilitas dan efisiensi. Misi tersebut menjadi dasar bagi pengambil keputusan dalam bidang pendidikan dalam menyediakan berbagai fasilitas pendidikan terbuka dan jarak jauh di Indonesia.
- Tujuan pendidikan terbuka dan jarak jauh adalah untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional melalui penyelenggaraan pendidikan dengan sistem belajar terbuka dan jarak jauh pada semua jalur,jenjang, dan jenis pendidikan. Dengan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh diharapkan dapat mengatasi masalah kesenjangan pemerataan kesempatan, peningkatan mutu, relevansi dan efisiensi dalam managemen pendidikan yang disebabkan oleh berbagai factor hambatan seperti kondisi, jarak, tempat, dan waktu.

Pola, Modus, dan Cakupan

Pendidikan terbuka dan jarak jauh diselenggarakan dalam berbagai pola pembelajaran yang pada dasarnya mengandalkan tersedianya aneka sumber. Pola pembelajaran ini mencakup penyelenggaraan program pembelajaran melalui korespondensi, bahan cetak, radio, audio/video, TV, komputer atau multi media melalui jaringan komputer.
Modus penyelenggara pendidikan terbuka dan jarak jauh dapat dibedakan menjadi : 1. modus tunggal (single mode), 2. modus ganda (dual mode), 3. Modus jaringan (network mode), 4. modus beragam (multimode). Modus tunggal adalah jika layanan pendidikan kepada peserta didik/warga belajar dilaksanakan sepenuhnya melalui satu cara saja yaitu dengan melayani peserta didik ditempat tinggalnya saja. Modus ganda adalah jika layanan pendidikan kepada peserta didik/ warga belajar dilaksanakan melalui tatap muka langsung maupun tidak langsung, baik melalui media satu arah maupun dua arah. Modus jaringan adalah jika layanan pendidikan kepada peserta didik dilaksanakan melalui kolaburasi antar lembaga pendidikan.
Modus beragam adalah bisa juga disebut sebagai belajar berbasis aneka sumber, sumber ini ada yang harus dicari dan diusahakan sendiri oleh peserta didik/warga belajar, dan ada yang sudah tersedia secara khusus maupun secara umum.. Penyelenggaraan modus ini juga dapat dipandang sebagai penggabungan dari ketiga modus lainnya.

PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN TERBUKA DAN JARAK JAUH

Pendidikan terbuka dan jarak jauh dapat menyelenggaraka pendidikan pada semua jalur atau jenjang dan jenis diantaranya :
Pendidikan dasar : Pendidikan dasar bertujuan untuk mengembangkan potensi dan kapasitas belajar peserta didik, yang antara lain meliputi rasa ingin tahu, percaya diri, ketrampilan berkomunikasi, dan kesadaran diri, disamping itu pendidikan dasar perlu dioptimalkan untuk mengembangkan kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung, dan bernalar serta keterampilan hidup yang berharkat dan bermartabat.
Pendidikan menengah : Pendidikan menengah diselenggarakan sebagai kelanjutan dari pendidikan dasar, yang berfungsi untuk menyiapkan peserta didik agar menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan berinteraksi secara produktif dengan lingkungan sosial, budaya, dan alam sekitar dan atau melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Pendidikan menengah terdiri atas sekolah menengah tingkat pertama dan sekolah menengah tingkat atas, sekolah menengah tingkat atas terdiri dari sekolah menengah umum dan sekolah menengah kejuruan.
Pendidikan Tinggi : Pendidikan tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengahyang menekankan pada pengembangan kemampuan akademikdan keterampilan professional sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja.
Pendidikan Luar Sekolah : Pendidikan luar sekolah menekankan pemberian pelayanan pendidikan kepada warga masyarakat yang tidak dapat dilayani kebutuhan pendidikannya melalui jalur sekolah karena berbagai kendala , seperti kendala financial, waktu, jarak, usia, dan kesempatan.. Penyelenggaraan pendidikan terbuka dan jarak jauh pada jalur luar sekolahditujukan untuk meningkatkan pengetahuan, mengembangkan keterampilan peserta didik sesuai kebutuhan termasuk untuk menyiapkan peserta didik untuk siap memasuki dunia kerja.
Pendidikan Kedinasan : Pendidikan kedinasan menekankan pada peningkatan kemampuan dalam pelaksanaan tugas kedinasan bagi pegawai atau calon pegawai suatu departemen atau lembaga pemerintah non departemen.. Penyelenggaraan pendidikan terbuka dan jarak jauhpada pendidikan kedinasan ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan, mengembangkan ketrampilan dan keprofesian, dan memperluas wawasan sesuai dengan tuntutan perkembangan kebijakan dan kebutuhan pembangunan, tanpa harus meninggalkan tempat kerjanya.
Pendidikan keagamaan : Pendidikan keagamaan menekankan pada pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keagamaan bagi anggota masyarakat termasuk peserta didik. Penyelenggaraan pendidikan terbuka dan jarak jauh pada pendidikan keagamaan ditujukan untuk memperluas dan memperkuat pemahaman dan pengalaman nilai-nilai eagamaan bagi semua warga masyarakat.
Pendidikan berkelanjutan : Pendidikan berkelanjutan menekankan pada pemberian kesempatan kepada warga belajar dewasa untuk mengikuti perkembangan yang terjadi dalam lingkungannya. Penyelenggaraan pendidikan terbuka dan jarak jauh pada pendidikan berkelanjutan dapat dilakukan secara terencana, maupun dimanfaatkan tanpa rencana, untuk menambah pengetahuan, memperluas wawasan , meningkatkan kemampuan dan profesionalisme mereka baik untuk memenuhi kebutuhan pribadi, lingkungan kerja maupun masyarakt.

KESIMPULAN
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa :
  1. Pendidikan terbuka dan jarak jauh merupakan pendidikan terbuka dengan program belajar yang terstruktur relative ketat dan pola pembelajaran yang berlangsung tanpa tatap muka atau keterpisahan antara pendidik dan peserta didik / warga belajar.
    Pendidikan terbuka dan jarak jauh diselenggarakan berdasarkan prinsip kebebasan, prinsip kemandirian, prinsip keluwesan, prinsip keterkinian ,prinsip kesesuaian, prinsip mobilitas, prinsip efisiensi.
  2. Tujuan pendidikan terbuka dan jarak jauh adalah untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasionalmelalui penyelenggaraan pendidikan dengan sistem belajar terbuka dan jarak jauh pada semua jalur, jenjang dan jenis pendidikan.
    Penyelenggara pendidikan terbuka dan jarak jauh diantaranya : pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan tinggi, pendidikan luar sekolah, pendidikan kedinasan, pendidikan keagamaan, pendidikan berkelanjutan.

Rabu, 18 Juni 2008

Riset Online TIK

Mengenal Lebih Dekat Penyakit Diabetes

Antara kecemasan dan Harapan

Oleh:Aan Hasanah

NIM : 0805136113

Pendahuluan
Penyakit Diabetes sebenarnya bukanlah yang asing bagi masyarakat. masyarakat awam sering menyebunta Kencing manis, gula darah atau diabetes. Penyalit ini termasuk penyakit yang popular Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia menempati urutan keenam di dunia sebagai negara dengan jumlah penderita Diabetes Mellitusnya terbanyak setelah India, China, Uni Sovyet, Jepang, dan Brasil. Tercatat pada tahun 1995, jumlah penderita diabetes di Indonesia mencapai 5 juta dengan peningkatan sebanyak 230.000 pasien diabetes per tahunnya, sehingga pada tahun 2010 diperkirakan akan mencapai lebih 15 juta penderita.

Definisi Diabetes
Sebanarnya sudah banyak tulisan berkaitan dengan Diabetes. Akan tetapi untuk memahami difinisi yang mudah dipahami oleh masyarakat masih merupakan tugas berat kita semua. Masih banyak masyarakat kita yang mendifinisikan diabetes adalah kencing manis, asumsinya bahwa orang yang terkena kencing manis dikarena banyak makan atau minum yang manis-manis saja, sehingga mereka mengurangi secara drastis yang berkaitan dengan gula atau makanan dan minuman yang manis. Kemudian yang timbul mereka akan sadar dan mengetahui bahwa dia menderita kencing manis setelah bagian tuhbuhnya luka dan tidak sembuh-sembuh, hingga membusuk dan lain-lain. Sehingga perlu adanya definisi yang mudah dipahami serta metode penyuluhan yang praktis agara masyarakat dapat mengenal, mencegah dan mengobati dengan baik dan benar.Diabetes adalah suatu penyakit, dimana tubuh penderitanya tidak bisa secara otomatis mengendalikan tingkat gula (glukosa) dalam darahnya. Pada tubuh yang sehat, pankreas melepas hormon insulin yang bertugas mengangkut gula melalui darah ke otot-otot dan jaringan lain untuk memasok energi.
Diabetes merupakan gangguan metabolisme (metabolic syndrome) dari distribusi gula oleh tubuh. Penderita diabetes tidak bisa memproduksi insulin dalam jumah yang cukup, atau tubuh tidak mampu menggunakan insulin secara efektif, sehingga terjadilah kelebihan gula di dalam darah. Kelebihan gula yang kronis di dalam darah (hiperglikemia) ini menjadi racun bagi tubuh. Sebagian glukosa yang tertahan di dalam darah itu melimpah ke sistem urine untuk dibuang melalui urine. Air kencing penderita diabetes yang mengandung gula dalam kadar tinggi tersebut menarik bagi semut, karena itulah gejala ini disebut juga gejala kencing manis. Dengan kata lain penyakit diabetes dikarenakan tidak berfungsinya sel beta pada pankreas untuk memproduksi insulin yang cukup untuk mengontrol gula darahMenurut WHO, definisi diabetes mellitus didasarkan pada pengukuran kadarglukosa dalam darah. Dari definisi ini didapatkan dua kelompok, yaitu kelompok diabetes melitus tipe 1 yang tergantung insulin clan kelompok diabetes tipe 2 yang tidak tergantung insulin. Bahkan Seorang ahli neurology Rhode Island Hospital, Suzanne de la Monte bersama rekannya seorang professor di bidang patologi di Brown Medical School telah menemukan diabetes tipe baru. Diabetes tipe baru ini dinamakan diabetes tipe 3 karena insulin tidak hanya di produksi di pankreas tetapi juga di produksi di otak dan diduga dapat meningkatkan risiko terhadap penyakit Alzheimer’s. Mungkin bagi masyarakat Indonesia banyak yang masih belum mengenal, jangankan diabetes tipe 3, definisi penyakit diabetes itu sendiri masih banyak yang belum mengetahuinya.Penyebab DiabetesPenyebab utama diabetes di era globalisasi adalah adanya perubahan gaya hidup (pola makan yang tidak seimbang, kurang aktivitas fisik). Selain itu, adanya stress, kelainan genetika, usia yang semakin lama semakin tua dapat pula menjadi salah satu faktor penyebab timbulnya penyakit diabetes.Secara singkat, faktor-faktor yang mempertinggi risiko diabetes adalah:Kelainan GenetikaDiabetes dapat menurun menurut silsilah keluarga yang mengidap diabetes, karena kelainan gen yang mengakibatkan tubuh tak dapat menghasilkan insulin dengan baik. Selain itu, faktor resiko lainnya yaitu faktor kelebihan berat badan, stress, dan kurang bergerak.UsiaUmumnya manusia mengalami perubahan fisiologi yang secara drastis menurun dengan cepat setelah usia 40 tahun. Diabetes sering muncul setelah seseorang memasuki usia rawan tersebut, terutama setelah usia 45 tahun dan pada mereka yang berat badannya berlebih sehingga tubuhnya tidak peka terhadap insulin.Gaya hidup stresStres kronis yang cenderung membuat seseorang mencari makanan yang manis-manis dan berlemak tinggi untuk meningkatkan kadar lemak seretonin otak. Seretonin ini mempunyai efek penenang sementara untuk meredakan stresnya. Tetapi gula dan lemak itulah yang berbahaya bagi mereka yang berisiko kena diabetes.Pola makan yang salahKurang gizi atau kelebihan berat badan sama-sama meningkatkan risiko kena diabetes. Kurang gizi (malnutrisi) dapat merusak pankreas, sedangkan obesitas (gemuk berlebih) mengakibatkan gangguan kerja insulin (retensi insulin).Kurang gizi dapat terjadi selama kehamilan, masa anak-anak, dan pada usia dewasa akibat diet ketat berlebih. Sedangkan kurang gizi pada janin mungkin terjadi karena ibunya merokok atau mengkonsumsi alcohol selama hamilnya.Sebaliknya, obesitas bukan karena makanan yang manis atau kaya lemak, tetapi lebih disebabkan jumlah konsumsi yang terlalu banyak, sehingga cadangan gula darah yang disimpan di dalam tubuh sangat berlebihan. Sekitar 80% penderita diabetes tipe II adalah mereka yang tergolong gemuk.

Gejala Diabetes
Para ahli mengatakan bahwa ketika tingkat glukosa dalam darah meningkat, penyerapan ulang glukosa pada ginjal pasien tidak lengkap yang berarti sebagian besar glukosa tertinggal di urin. Kondisi ini dikenal dengan istilah glycosuria. Masalah ini selain menyebabkan tingginya kadar gula urin juga meningkatkan tekanan osmotic urine.Untuk gejala diabetes tipe I muncul secara tiba-tiba pada saat usia anak-anak sebagai akibat dari kelainan genetika, sehingga tubuh tidak memproduksi insulin dengan baik.Gejala-gejalanya antara lain adalah:
• Sering buang air kecil
• Terus-menerus lapar dan haus
• Berat badan menurun
• Kelelahan
• Penglihatan kabur
• Infeksi pada kulit yang berulang
• Meningkatnya kadar gula dalam darah dan air seni. Cenderung terjadi pada mereka yang berusia di bawah 20 tahunSedangkan gejala diabetes tipe II muncul secara perlahan-lahan sampai menjadi gangguan yang jelas, dan pada tahap permulaannya seperti gejala diabetes tipe I, yaitu:
• Cepat lelah, kehilangan tenaga, dan merasa tidak fit
• Sering buang air kecil
• Terus menerus lapar dan haus
• Kelelahan yang berkepanjangan dan tidak ada penyebabnya
• Mudah sakit yang berkepanjanganJika glukosa darah sudah tumpah ke saluran urin dan urin tersebut tidak disiram, maka akan dikerubuti oleh semut yang merupakan tanda adanya gula.
Gejala lain yang biasanya muncul adalah:
• Penglihatan kabur
• Luka yang lama sembuh
• Kaki terasa kebas, geli, atau merasa terbakar
• Infeksi jamur pada saluran reproduksi wanita
• Impotensi pada priaDiabetes Tipe II biasanya terjadi pada mereka yang berusia diatas 40, tetapi prevalensinya makin tinggi pada golongan anak-anak dan remaja.
Riset juga menemukan bahwa kebanyakan orang yang mengalami gejala pre-diabetes, yaitu suatu kondisi yang merupakan pendahuluan dari munculnya diabetes tipe II, tidak menyadari bahwa ia sedang diincar oleh diabetes yang berbahaya. Walaupun gejalanya tidak muncul, tetapi dari pemeriksaan gula darah menunjukan bahwa kadar gula darah puasa berada di atas normal, meskipun belum cukup tinggi untuk dikategorikan sebagai kasus diabetes. Tetapi kasus pre-diabetes itu sendiri dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular sampai 50%.

Tipe atau Jenis-jenis Diabetes
Diabetes Tipe I, (IDDM/ tergantung insulin)
Diabetes Tipe I ini adalah bila tubuh perlu pasokan insulin dari luar, karena sel-sel beta dari pulau-pulau Laangerhans telah mengalami kerusakan, sehingga pankreas berhenti memproduksi insulin. Kerusakan sel beta tersebut dapat terjadi sejak kecil ataupun setelah dewasa.Diabetes Tipe I ini diidap oleh sekitar 10-15% penderita diabetes di Amerika Serikat. Penderitanya harus mendapatkan suntikan insulin setiap hari selama hidupnya, sehingga dikenal dengan istilah Insulin-dependent diabetes mellitus (IDDM) atau diabetes mellitus yang tergantung pada insulin untuk mengatur metabolisme gula dalam darah. Dari kondisinya, inilah jenis diabetes yang paling parah.Diabetes Tipe I ini biasanya ditemukan pada penderita yang mulai mengalami diabetes sejak anak-anak atau remaja, sehingga pada zaman dulu para dokter menyebutnya sebagai diabetes anak muda. Separuh dari penderita diabetes yang mengidapnya adalah usia dewasa, tetapi tidak berbadan gemuk seperti umumnya penderita.

Diabetes Tipe II.
Para periset menyebutnya sebagai Diabetes Tipe 1,5, yang disebut sebagai LADA (latent autoimmune diabetes in adults), karena sistem imun menyerang (reaksi autoimun) sel-sel beta pankreas secara perlahan-lahan sehingga berhenti memproduksi insulin.Penderita Diabetes Tipe I sangat rentan terhadap komplikasi jangka pendek yang berbahaya dari penyakit ini, yakni dua komplikasi yang erat berhubungan dengan perubahan kadar gula darah, yaitu terlalu banayak gula darah (hiperglikemia) atau kekurangan gula darah (hipoglikemia). Risiko lain penderita diabetes tipe I ini adalah keracunan senyawa keton yang berbahaya dari hasil samping metabolisme tubuh yang menumpuk (ketoasidosis), dengan risiko mengalami koma diabetik.Diabetes Tipe II, (NIDDM/ tidak tergantung insulin)Diabetes Tipe II terjadi jika insulin hasil produksi pankreas tidak cukup atau sel lemak dan otot tubuh menjadi kebal terhadap insulin, sehingga terjadilah gangguan pengiriman gula ke sel tubuh. Diabetes Tipe II ini merupakan tipe diabetes yang paling sering umum dijumpai, juga sering disebut diabetes yang dimulai pada masa dewasa, dikenal sebagai NIDDM (Non-insulin dependent diabetes mellitus). Jenis diabetes ini mewakili sekitar 90% dari seluruh kasus diabetes, karena umumnya 4 sampai 5 orang penderita Diabetes Tipe II ini memiliki kelebihan berat badan, maka obesitas sering dijadikan sebagai indikator bagi penderita diabetes.Diabetes Tipe II ini dapat menurun dari orangtua yang penderita diabetes. Tetapi risiko terkena penyakit ini akan semakin tinggi jika memiliki kelebihan berat badan dan memiliki gaya hidup yang membuat anda kurang bergerak. Jadi pada Diabetes Tipe II ini yang menjadi pencetus utama adalah faktor obesitas (gemuk berlebih). Faktor penyebab lain adalah pola makan yang salah, proses penuaan, dan stress yang mengakibatkan terjadinya resistensi insulin. Juga mungkin terjadi karena salah gizi (malnutrisi) selama kehamilan, selama masa anak-anak, dan pada usia dewasa.

Diabetes Tipe III
Diabetes Tipe III, baru ditemukanPara ahli di US percaya bahwa mereka telah menemukan tipe baru diabetes setelah menemukan bahwa insulin juga diproduksi di otak dan dapat meningkatkan risiko terhadap penyakit Alzheimer’s. Penelitian yang dilakukan oleh Suzanne de la Monde bersama rekannya yang seorang professor di bidang patologi di Brown Medical Schoolini menemukan hubungan antara penyakit diabetes dan Alzheimer. Suzanne mengemukakan bahwa insulin yang diproduksi dalam otak, dibutuhkan tubuh untuk kelangsunagan hidup sel-sel otak. Bila jumlahnya kurang, maka sel-sel otak pun akan mengalami degenerasi dan akhirnya memicu timbulnya penyakit Alzheimer. Hasil penelitian ini diperkuat lagi dengan dilakukannya penelitian pada jaringan otak dari mayat yang sebelumnya telah di diagnosa menderita penyakit Alzheimer. Hasilnya jumlah insulin dan IGF I berkurang di daerah cortex, hippocampus, dan hipotalamus.

Pencegahahan
Melihat bahwa gangguan keseimbangan kadar gula darah dapat dipengaruhi oleh konsumsi makanan yang berlebihan (pola makan yang salah) dan kegiatan yang penuh tekanan (gaya hidup stress), maka diabetes sebenarnya dapat dicegah dengan cara-cara berikut.

  • Bila kegemukan, turunkan berat badanLakukan latihan aerobik (berenang, bersepeda, jogging, jalan cepat) paling tidak tiga kali seminggu, setiap kali 15-60 menit sampai berkeringat dan terengah-engah tanpa membuat napas menjadi sesak.
  • Konsumsi gula sedikit mungkin atau seperlunya, karena bukan merupakan bagian penting dari menu yang sehat. Kebutuhan zat gula darah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dapat dipenuhi dari karbodihrat yang berasal dari beras, sereal, roti, kentang, atau bakmi dalam menu sehari-hari.Setelah berumur 40, periksa kadar gula urine kita setiap tahun, terutama bila anda mempunyai riwayat keluarga penderita diabetes.
  • Bagi anda yang sudah memiliki “bakat” diabetes, jangan khawatir, marilh kita pelajari cara mengobatinya.Mengatasi Diabetes Kondisi diabetes tergantung pada individu masing-masing, terutama dari segi kepatuhan dan kedisiplinan untuk melakukan diet dan olahraga secara benar dan teratur. Selain itu, dosis suatu obat yang diberikan dokter pun harus sesuai dengan kondisi penderita. Bila pada suatu taraf obat tersebut sudah tidak mampu lagi menurunkan kadar gula sang penderita, maka harus diganti dengan obat lain atau insulin.
  • Salah satu tips mengatasi Diabetes adalah :
  1. Patuhi Nasehat Dokter. Disiplin minum obat, minumlah obat yang diresepkan dokter secara teratur sesuai dengan aturan pemakaiannya. Jangan dicampur obat lain tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anda. Dan tak kalah pentingnya adalah Jadilah dokter pendamping diri sendiri, karena akan lebih bertanggung jawab atas kesembuhan dari sendiri.
  2. Diet. Pola diet yang aman bagi penderita/ atau yang terkena gejala Diabetes adalah dengan cara Memilih karbohidrat yang aman. Memilih sumber karbohidrat yang aman bagi penderita diabetes adalah memilih makanan yang mengandung senyawa karbohidrat kompleks, yang dapat melepaskan glukosa darah secara bertahap, agar tidak terjadi lonjakan kadar gula darah dengan tiba-tiba setelah makan. Pola diet diabetes yang tepat untuk mencegah agar tidak terkena diabetes adalah yang bertujuan untuk menjaga agar berat badan tidak berlebihan.
  3. Pangkaslah kalorinya, Kurangi lemaknya, makanlah karbohidrat kompleks, ucapkan selamat tinggal pada yang manis, ngemilah diantara waktu makan, dan tidak lupa Lengkapi dengan seratOlahraga dengan teratur. Tidak dianjurkan untuk olah raga tertentu. Akan tetapi sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh sehingga tidak memberikan beban yang berlebih pada tubuh. Beberapa jenis olah raga yang dianjurkan seperti, berjalan kaki, bersepeda, berenang atau senam.
  4. Kontrol gula darah secara rutin.Dampak Bagi Penderita dalam KehidupanSetiap penyakit memang mempunyai dampak yang berat atau ringan dalam kehidupan penderita. Tergantung jenis penyakit yang dideritanya.

Dampak Bagi Penderita dalam Kehidupan

Dampak yang dimaksud adalah bisa dampak psikologi, dampak terhadap diri sendir dan keluarga, bahkan dampak sosialnya. Bagi sebagian besar penderita penyakit diabetes memang tidak banyak berdampak besar pada masalah sosial. Akan tetapi lebih pada diri sendiri, termasuk dengan resistensi terhadap tubuh itu sendiri. Sehingga tidak jarang penderita diabetes mengalami komplikasi atau potensi komplekasi lebih besar dibandingkan dengan dengan penyakit lainnya.

Diabetes bisa menyebabkan beberapa komplikasi diantaranya adalah sebagai berikut :Hypoglycemia , Ketoacidosis, Nonketotic hyperosmolar comaKomplikasi jangka panjang lainnya seperti :Penyakit kardiovaskular/penyakit jantung. Resiko terkena penyakit jantung meningkat dua kali lipat bagi penderita Diabetes. Gagal ginjal, Kerusakan pada mata (kebutaan), Kerusakan syaraf Kerusakan microvascular yang menyebabkan impontensi.Sehingga banyak peneliti yang mencoba menghubungkan pengaruh penyakit terhadap fungsi kognitif pada orang yang berumur yang menderita Diabets dan yang tidak, dan hasilnya sungguh membingungkan. Saat ini meskipun para ahli tidak menyatakannya secara langsung, namun mereka sepakat bahwa fungsi kognitif seseorang, selain Diabetes, juga dipengaruhi oleh umur, lama suatu penyakit diderita, pengendalian glycemic, dan juga faktor lain.


UPAYA-UPAYA DALAM PENANGGULANGAN MENAGANI PENDERITA DIABETESSeperti yang telah disebutkan di atas bahwa masalah penyakit Diabetes merupakan masalah global yang harus ditangani bersama-bersama. Selain upaya dari diri penderita bantuan perhatian dari orang lain pun sangat membantu dalam mencegah, mengobati dan menekan jumlah penderita, peran Masyarakat maupun pemerintah sebagai lembaga yang dapat mengambil kebijakan sangat menentukan dalam mengurangi jumlah penderita Diabetes di seluruh dunia. Langkah-langkah yang diambil meliputi:

  1. Prinsip-Prinsip Untuk Perubahan Positif Pada Perawatan Diabetes- Diabetes harus diprioritaskan sebagai inisiatif kesehatan publik.- Terdapat kebutuhan untuk penyatuan kebijakan untuk memfasilitasi pertukaran dari praktek terbaik, meningkatkan kepedulian dan mengimplementasikan program pencegahan yang efektif.- paya kerjasama antara pemerintah dan asosiasi diabetes regional yang mempermudah perawatan diabetes yang mutakhir, lebih awal dan lebih intensif dengan hasil-hasil yang maju. Organisasi Nirlaba dapat menjadi pilar ketiga yang penting dalam mendukung yayasan untuk perubahan perawatan kesehatan.- Peningkatan pemahaman publik adalah penting untuk pencegahan dan diagnosa awal diabetes.- Kesuksesan kepedulian publik dalam langkah-langkah pencegahan primer herus mengadopsi pendekatan holistic antar disiplin ilmu dengan pelatihan diabetes yang menyeluruh untuk profesional perawatan kesehatan untuk memastikan konsitensi informasi.- Strategi manajemen yang berpusat pada pasien terbukti berhasil dalam memotivasi sejumlah individu untuk secara aktif mengelola sendiri kondisi mereka.- Program-program pencegahan harus melingkupi masalah lebih luas dari kegemukan dan gaya hidup santai dan melibatkan sektor-sektor lain termasuk industri makanan.
  2. Kemitraan GlobalKemitraan Global untuk Manajemen Diabetes yang Efektif, hari ini menyerukan pemeriksaan seksama dalam pendekatan dan sikap dunia terhadap pencegahan dan perawatan diabetes untuk membalikkan peningkatan wabah diabetes baru-baru ini yang dikenali diakui oleh Hari Diabetes Dunia yang pertama oleh PBB. Dalam sebuah publikasi baru yang berjudul Resolusi PBB pada diabetes: “Waktunya untuk Menempatkan Kata-kata Bijak menjadi Aksi,” Resolusi PBB merupakan tonggak sejarah yang besar karena Ia menandai diabetes sebagai ancaman serius, yang tumbuh dan membutuhkan biaya pada perorangan dan kesehatan dunia. Statistik yang mengejutkan dari penyakit ini menunjukkan bahwa sama sekali tidak ada ruang untuk kepuasan,” kata Martin Silink, Presiden dan pemimpin kampanye Federasi Diabetes Internasional untuk Resolusi PBB pada diabetes. “Agar Resolusi PBB memiliki signifikansi nyata dan dampak dunia yang sebenarnya, kita harus bergabung bersama untuk mengimplementasikan secara efektif sejumlah inisiatif yang proaktif seperti hal-hal yang telah digariskan dalam publikasi dari Kemitraan Global.Kemitraan Global merupakan gugus tugas global yang terdiri dari para pakar diabetes internasional yang berkomitmen menyediakan masukan praktis untuk meningkatkan perawatan diabetes. Dalam publikasi baru, para pakar menanggapi seruan Resolusi PBB untuk beraksi dengan menawarkan panduan praktis memberikan inspirasi dan memperkuat semua anggota komunitas diabetes untuk beraksi memajukan perawatan diabetes — mulai dari penyedia perawatan kesehatan hingga pada pasien dan sejumlah pemerintahan nasional. Contoh-contoh ini menyoroti manfaat dari intervensi awal dan intensif untuk mencegah komplikasi diabetes, fokus pada nilai dari pendekatan kelompok pada manajemen penyakit dengan pasien di tengah-tengah untuk hasil yang lebih baik; dan menegaskan kebutuhan untuk berubah dalam praktek dan kebijakan kesehatan untuk memberikan dampak jangka panjang yang bertahan lama pada pasien dan kesehatan masyarakat di seluruh dunia.Jika kita tidak beraksi sekarang, pada tahun 2025 hampir 400 juta orang seluruh dunia akan hidup dengan diabetes secara global. Nyatanya, sejumlah pendekatan terkini pada pencegahan dan perawatan diabetes tidak mampu bekerja dengan cukup baik,” kata Profesor Stefano Del Prato, kepala Kemitraan Global dan profesor endokrinologi di Universitas Pisa, Italia. “Tidak ada seorang pasien, dokter, pemerintah atau kawasan yang dilengkapi untuk berhadapan dengan diabetes secara sendiri. Penting untuk membahas krisis kesehatan publik ini dalam cara lintas disiplin dan berbagi untuk memotivasi dan memperkuat para individu penderita diabetes untuk mengontrol kondisi mereka.”Resolusi PBB pada diabetes: “Waktunya untuk Menempatkan Kata-kata Bijak menjadi Aksi,” Membuat dampak positif yang bermakna pada wabah diabetes dunia, masukan dari sejumlah pakar internasional untuk aksi-aksi selanjutnya dari para pemegang saham kunci pada perawatan diabetes. Prinsip-prinsip ini sendiri tidak radikal, namun jika di-implementasikan dan mempertahankan secara global, mereka meletakkan dasar untuk revolusi diseluruh dunia dalam pengelolaan dan pencegahan diabetes.KesimpulanDari uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa:1. Penyakit Diabetes merupakan penyakit sangat berbahaya dan perlu mendapatkan perhatian yang serius bagi setiap orang.2. Ketrerlibatan dunia dalam menangani persoalan Diabetes merupakan harapan baru bagi pendertia atau masyarakat yang belum menderita agar dapat percaya diri dalam menjalni kehidupan.3. Perlu upaya lebih keras dari semua elemen masyarakat agar penyakit Diabetes dapat ditekan sedemikian kecil di masa yang akan datang.

Sunber Rujukan :

1. Judul : Understanding the Metabolic Syndrome

Alamat : http://www.majalah-farmacia.com/rubrik/one_news.asp?IDNews=236.
Sumber : Farmacia

2. Judul : Paka Diabetes Serukan Tanggung Jawab Bersama
Alamat : http://sweetpee.wordpress.com/2007/11/28/pakar-diabetes-internasional-serukan-tanggungjawab-bersama/

Sumber : Sweetpee is Kencing Manis
3. Judul : Diabetes mellitus
Alamat : http://id.wikipedia.org/wiki/Diabetes
Sumber : wikipedia

4. Judul : Diabetes and Oral Health Problems
Alamat : http://www.colgate.com/app/Colgate/US/OC/Information/OralHealthBasics/MedCondOralHealth/DiabetesandDisorders/DiabetesandOralHealthProblems.cvsp

Sumber : Colgate Word of Care

Tugas Bu Zainab

Kritik atas Artikel

Pengaruh Waktu Luang dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Bidang Studi IPS

ditulis oleh Wuwuh Yunhadi, S.S, M.Pd

Yang diambil pada Jurnal Progress Vol 2 No. 2 September 2005.

Disusun oleh:

AAN HASANAH

NIM : 0805136112

Kritik yang ingik saya gali dari arikel ini meliputi:

  1. Kritik atas metode yang digunakan. Hal ini perlu dilakukan karena ingin melihat sejauh mana artikel ini dapat dikatakan ilmiah sesuai dengan referensi yang telah disepakati oleh para ahli penelitian.
  2. Isi dari artikel bersangkutan. Kritik ini akan mengkaji keterkaitan antar sub bagian dari metode sejak abstrak hingga kesimpulan. Apakah antar sub bagian tersebut memang ada keterkaitan dan mempunyai hubungan yang erata dari pembahaan tersebut.
  3. Komentar penulis (saya) terhadap kekurangan dan kelebihan atau kepantasan atas tulisn tersebut. Hal ini untuk melihat sejauh mana artikel ini memberikan kepuasan atas pembaca, sehingga apakah memang sudah cukup atau memang berkelebihan. Dalam arti bahwa kalau memang perlu ditambahkan atau perlu dikurangi. Alasan ini kami ambil dari sudut kepuasan pembaca, karena bagaimana pun baiknya isi artikel akan tetapi tidak memenuhi harapan pembaca maka sia-sialah tulisan tersebut. Dengan demikian, poin ketiga tidak ditemukan dalam teori ilmiah, akan tetapi menurut pemikiran diri pembaca.

Artikel di atas termasuk dalam anatomi artikel hasil penelitian. Secara keseluruhan artikel ini terdiri dari, judul, nama penulis berserta gelar akademiknya, abstrak, Key-words, pendahulaun (dengan tidak ditulis kata”pendahuluan”) kajian pustaka (tidak dicantumkan Kata ”Kajian Pustaka”), Pembahasan, simpulan dan daftar rujukan.

Pembahsan 1.

Dari sudut metode penulisan artikel diatas sudah memenuhi sebagian besar syarat penulisan artikel dalam ranah anatomi penelitian. Menurut Teguh Budiharso (2006:42) bahwa jenis artikel anatomi penelitian terdiri atas judul, nama penulis, abstrak, kata konci, lembaga asal penulis, pendahuluan, metode penelitian, pembahasan, simpulan dan daftar rujukan. Memang tidak banyak diharapkan persyaratan pada penulisan jenis seperti ini. Akan tetapi batas minimal metode penulisan juga harus diperhatikan. Hal ini agar pembaca dapat mengetahui secara pasti bahwa hasil penelitian yang dilakukan termasuk dalam penelitian ilmiah atau bukan.

Pembahsan 2.

a. Judul Artikel

Pada bagian judul artikel telah berisi gambaran tentang variabel atau fokus kajian dalam artikel. Dengan kata lain judul artikel diatas menurut hemat saya telah memberikan informasi yang dianggap penting berkaitan dengan pembahasan.

Abstract dan Key-words

Pada bagian ini penulis artikel juga telah menmunculkan isi menyeluruh dari artikel dengan singkat dan padat yang penekanan utamanya memuat masalah dan tujuan penelitian, metode penelitian dan dan hasil penelitian.

Pada artikel diatas khusus pada bagian abstrak menurut penulis hanya memuat masalah , metode penelitian dan dan hasil penelitian. Tidak mencantumkan tujuan penelitian. Walaupun demikian secara keseluruhan pada bagian abstract dan key-words sudah dapat dipahami bahwa artikel tersebut termasuk dalam ranah anatomi hasil penelitian.

b. Pendahuluan.

Pada bagian ini, memang tidak tercantum kata ”pendahuluan” pada awal kalimat atau paragraf. Akan tetapi secara umum telah menggambarkan dan mengisyaratkan adanya pendahuluan dengan latar belakang serta ungkapan-ungkapan yang sesuai dengan pendahaluan yang meliputi, kajian pustaka serta hal-hal pokok yang akan dibahas. Pada bagian pendahuluan telah tercantum permasalaha penelitian, tujuan penelitian dan rangkuman kajian teoritik yang relevan. Menurut Arikunto, (1998: 324) pada bagian Tujuan peneliti menjelaskan kepada pembaca tentang sitematika penulisan agar pembaca dapat mengikuti dengan mudah dan diajak menjelajahi garis besar isi laporan. Dengan demikian Pendahuluan sangat penting mengingat pembaca sangat berharap mendapatkan gambaran yang sistematis tentang apa dan bagaimana laporan hasil penelitian ini dibuat.

Dengan demikian pada Bagian Pendahuluan Artikel ini sudah memenuhi harapan pembaca karena mengandung unsur-unsur diatas.

c. Kajian Pustaka

Seperti yang disebutkan di atas, bahwa kajian pustaka tidak diisyaratkan adanya kajian pustaka, akan tetapi dalam artikel tersebut dibahas beberapa hal yang berkaitan dengan judul artikel. Walaupun ini bukan suatu Kewajiban, akan tetapi ini sangat penting mengingat penelitian dengan pengetahuan yang sudah ada harus selalu berdekatan. Karena bahan pustaka sebagai gudang ilmu pengetahuan (Arikunto, 1989:68)

Sementara isi dari kajian pustaka meliputi dua hal, (1) deskripsi teoritis mengenai variabel yang akan diteliti, dan (2) kesimpulan tentang kajian dalam bentuk argumentasi atas uraian yang diberikan sebelumnya. (Teguh Budiharso, 2006:87)

Dari uarain diatas maka pandangan saya terhadap artikel tersebut sudah memenuhi kriteria tersebut. Walupun tidak spesifik dicantumkan kajian pustaka, gambaran menyeluruh tentang kajian ini sudah tercantum dalam artikel tersebut. Dengan demikian pembaca dengan mudah dapat melihat secara nyata bahwa pemahaman akan variabel yang diteliti sudah tercantum dan teruraikan secara jelas.

d. Pembahasan

Pada bagian pembahasan anatomi hasil penelitian berisi tentang kepuasan atau analisi permasalahan. Dasar pemikiran analisis dan pembahasan ialah kajian teori atau anlisis dan sintesis pemikiran peneliti, penyajian bisa memberikan argumentasi, komparasi dan pengembangan keduanya.(Budiharso, 2006:46)

Pada bagian pembahasan hasil penelitian menyajikan data sesuai instrumen dan jenis data yang dijaring, sehingga apabila peneliti menggunakan satu jenis instrumen harus menyajikan satu data saja demikian juga apabila lebih dari satu data. Pada bagian ini juga peneliti memberikan telaah dan penilaian kritis terhadap hasil atau temuan penelitian. Sehingga, secara umum bertujuan untuk menjawab rumusan masalah dalam penelitian dan menunjukkan bagaimana temuan diperoleh, menginterpertasikan temuan penelitian, mengaitkan temuan penelitian dengn temuan atau teori yang digunakan dalam penelitian atau memunculkan teori baru atau memodifikasi teori yang sudah ada, (Budiharso, 1006:73)

Dengan demikian pada pembahasan artikel diatas dapat dipahami sebagian besar sudah memunuhi kreteria di atas walaupun tidak secara mendalam karena memang disesuaikan dengan jenis penelitiannya.

e. Simpulan

Simpulan atau kesimpulan pada umumnya berisi ringkasan hasil penelitian dan pembahasan. Menurut Arikunto, (1998: 311) kesimpulan dalam penlitian bukanlah merupakan suatu karangan atau diambil dari pembicaraan-pembicaraan lain, akan tetapi hasil dari suatu proses tertentu yaitu ”menarik”, dalam arti ”memindahkan” sesuatu dari suatu tempat ke tempat yang lain. Budiharso (2006: 44) menjelaskan isi simpulan/kesimpulan harus sejalan dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Sehingga kesimpulan ditulis dengan esensi pokok pikiran temuan peneliti.

Kalau membaca simpulan dari artikel yang ditulis oleh Wuwuh Yunhadi, S.S, M.Pd diatas saya menilai kreteria tersebut sudah memenuhi persyaratan sesuai dengan kaidah penulisan ilmiah.

Pembahasan 3.

Pada pembahsan ketiga ini saya sebagai pembaca menilai pada aspek keinginan saya sebagai pembaca. Antara lain:

  1. Sebagai pembaca mengiginkan adanya rumusan masalah serta metodelogi penlitian yang ditulis pada. Hal ini penting agar saya sebagai pembaca dapat melihat secara jelas kaitan tujuan penelitian pada hasil penelitian atau pembahasan.
  2. Penulisan pendahuluan dan Kajian pustaka dapat ditulis secara jelas sehingga pembaca dapat mengetahui batasan-batasannya dari penelitian tersebut.

Referensi

Budiharso, Teguh. 2006. Pengantar Penulisan Karya Ilmiah. Samarinda: Book Certel

Suharsimi, Arikunto. 1998. Prosedur Penelitian Suatu pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta






Tugas IT

Tanggapan Atas

Artikel Problem Based Learning (PBL) Berbasis Teknologi Informasi (ICT)

Oleh :

Aan Hasanah

NIM: 0805136112

Pada makalah yang ditulis oleh I Wayan Warmada dengan Judul Problem Based Leaning (PBL) Berbasis Teknologi Informasi (ICT) merupakan upaya penerapan teknolgi untuk menjawab persoalan melalui kecanggihan teknologi. Karena perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Kami mengamati, ada upaya yang serius untuk memanfaatkan sarana ini untuk memudahkan para siswa dan pengajar (Guru dan Dosen). Seperti kita ketahui bersama, salah satu metode mengajar yang berkembang di Indonesia adalah metode Problem Solving atau strategi pembelajaran berbasis masalah yang memberikan peluang kepada siswa untuk peka terhadap masalah-masalah riel dan memecahkan masalah, merumuskan maslah, mencari solusi dan membangun pemahaman siswa

Artikel ini mencoba memaparkan dan menawarkan suatu sistem baru dengan mengandalkan kecanggihan teknologi informasi agar siswa dan guru dapat lebih mendalam mengetahui sisi-sisi alternatif. Sehingga banyak pilihan bagi seorang guru untuk memilih dan mengetahui jawaban pada fenomina yang ada. Penulis juga menekankan penggunaan PBL lebih cocok ditrapkan di dunia Keteknikan (Enjenering). Akan tetapi menurut hemat saya, PBL juga di dapat dipergunakan dalam disiplin ilmu yang lain seperi Sosial dan politik. Karena derasnya informasi dewasa ini juga sudah tidak ada jarak antara manusia untuk saling melengkapi. Hal ini tentu saja membutuhkan analisis tingkat tinggi agar apa yang disampaikan (sebagai informan) kepadasiswa juga tidak membuat mereka kesulitan memahaminya.

Tulisan ini juag menyampaikan apa yang harus dipersiapkan dalam kegiatan PBL baik dalam ruangan maupun diluar ruanagan belajar. Praktis antara Guru (pengajar/tutor) memberikan andil yang sangat besar dalam mengataur sistem pembelajaran sehingga kerangka dari perencanaan (persiapan), pelaksanaan sampai dengan evaluasi membutuhkan kerja keras dan usaha-usaha yang tidak mudah.

Dengan demikian, Kecanggihan Teknologi tidak akan ada manfaatnya jika tidak didukung oleh kemapuan Sumber daya Manusia yang menjalankannya. Problem-Based Learning (PBL) sebagai suatu mtode, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai alat akan sinergi apabila dikendalikan dan digunakan oleh orang mampu menjalankan teknologi tersebut.

Kamis, 29 Mei 2008

Riset On Line

Mengenal Lebih Dekat Penyakit Diabetes
Antara kecemasan dan Harapan
Oleh:Aan Hasanah
NIM : 0805136113
Pendahuluan
Penyakit Diabetes sebenarnya bukanlah yang asing bagi masyarakat. masyarakat awam sering menyebunta Kencing manis, gula darah atau diabetes. Penyalit ini termasuk penyakit yang popular Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia menempati urutan keenam di dunia sebagai negara dengan jumlah penderita Diabetes Mellitusnya terbanyak setelah India, China, Uni Sovyet, Jepang, dan Brasil. Tercatat pada tahun 1995, jumlah penderita diabetes di Indonesia mencapai 5 juta dengan peningkatan sebanyak 230.000 pasien diabetes per tahunnya, sehingga pada tahun 2010 diperkirakan akan mencapai lebih 15 juta penderita.

Definisi Diabetes
Sebanarnya sudah banyak tulisan berkaitan dengan Diabetes. Akan tetapi untuk memahami difinisi yang mudah dipahami oleh masyarakat masih merupakan tugas berat kita semua. Masih banyak masyarakat kita yang mendifinisikan diabetes adalah kencing manis, asumsinya bahwa orang yang terkena kencing manis dikarena banyak makan atau minum yang manis-manis saja, sehingga mereka mengurangi secara drastis yang berkaitan dengan gula atau makanan dan minuman yang manis. Kemudian yang timbul mereka akan sadar dan mengetahui bahwa dia menderita kencing manis setelah bagian tuhbuhnya luka dan tidak sembuh-sembuh, hingga membusuk dan lain-lain. Sehingga perlu adanya definisi yang mudah dipahami serta metode penyuluhan yang praktis agara masyarakat dapat mengenal, mencegah dan mengobati dengan baik dan benar.Diabetes adalah suatu penyakit, dimana tubuh penderitanya tidak bisa secara otomatis mengendalikan tingkat gula (glukosa) dalam darahnya. Pada tubuh yang sehat, pankreas melepas hormon insulin yang bertugas mengangkut gula melalui darah ke otot-otot dan jaringan lain untuk memasok energi.
Diabetes merupakan gangguan metabolisme (metabolic syndrome) dari distribusi gula oleh tubuh. Penderita diabetes tidak bisa memproduksi insulin dalam jumah yang cukup, atau tubuh tidak mampu menggunakan insulin secara efektif, sehingga terjadilah kelebihan gula di dalam darah. Kelebihan gula yang kronis di dalam darah (hiperglikemia) ini menjadi racun bagi tubuh. Sebagian glukosa yang tertahan di dalam darah itu melimpah ke sistem urine untuk dibuang melalui urine. Air kencing penderita diabetes yang mengandung gula dalam kadar tinggi tersebut menarik bagi semut, karena itulah gejala ini disebut juga gejala kencing manis. Dengan kata lain penyakit diabetes dikarenakan tidak berfungsinya sel beta pada pankreas untuk memproduksi insulin yang cukup untuk mengontrol gula darahMenurut WHO, definisi diabetes mellitus didasarkan pada pengukuran kadarglukosa dalam darah. Dari definisi ini didapatkan dua kelompok, yaitu kelompok diabetes melitus tipe 1 yang tergantung insulin clan kelompok diabetes tipe 2 yang tidak tergantung insulin. Bahkan Seorang ahli neurology Rhode Island Hospital, Suzanne de la Monte bersama rekannya seorang professor di bidang patologi di Brown Medical School telah menemukan diabetes tipe baru. Diabetes tipe baru ini dinamakan diabetes tipe 3 karena insulin tidak hanya di produksi di pankreas tetapi juga di produksi di otak dan diduga dapat meningkatkan risiko terhadap penyakit Alzheimer’s. Mungkin bagi masyarakat Indonesia banyak yang masih belum mengenal, jangankan diabetes tipe 3, definisi penyakit diabetes itu sendiri masih banyak yang belum mengetahuinya.Penyebab DiabetesPenyebab utama diabetes di era globalisasi adalah adanya perubahan gaya hidup (pola makan yang tidak seimbang, kurang aktivitas fisik). Selain itu, adanya stress, kelainan genetika, usia yang semakin lama semakin tua dapat pula menjadi salah satu faktor penyebab timbulnya penyakit diabetes.Secara singkat, faktor-faktor yang mempertinggi risiko diabetes adalah:Kelainan GenetikaDiabetes dapat menurun menurut silsilah keluarga yang mengidap diabetes, karena kelainan gen yang mengakibatkan tubuh tak dapat menghasilkan insulin dengan baik. Selain itu, faktor resiko lainnya yaitu faktor kelebihan berat badan, stress, dan kurang bergerak.UsiaUmumnya manusia mengalami perubahan fisiologi yang secara drastis menurun dengan cepat setelah usia 40 tahun. Diabetes sering muncul setelah seseorang memasuki usia rawan tersebut, terutama setelah usia 45 tahun dan pada mereka yang berat badannya berlebih sehingga tubuhnya tidak peka terhadap insulin.Gaya hidup stresStres kronis yang cenderung membuat seseorang mencari makanan yang manis-manis dan berlemak tinggi untuk meningkatkan kadar lemak seretonin otak. Seretonin ini mempunyai efek penenang sementara untuk meredakan stresnya. Tetapi gula dan lemak itulah yang berbahaya bagi mereka yang berisiko kena diabetes.Pola makan yang salahKurang gizi atau kelebihan berat badan sama-sama meningkatkan risiko kena diabetes. Kurang gizi (malnutrisi) dapat merusak pankreas, sedangkan obesitas (gemuk berlebih) mengakibatkan gangguan kerja insulin (retensi insulin).Kurang gizi dapat terjadi selama kehamilan, masa anak-anak, dan pada usia dewasa akibat diet ketat berlebih. Sedangkan kurang gizi pada janin mungkin terjadi karena ibunya merokok atau mengkonsumsi alcohol selama hamilnya.Sebaliknya, obesitas bukan karena makanan yang manis atau kaya lemak, tetapi lebih disebabkan jumlah konsumsi yang terlalu banyak, sehingga cadangan gula darah yang disimpan di dalam tubuh sangat berlebihan. Sekitar 80% penderita diabetes tipe II adalah mereka yang tergolong gemuk.

Gejala Diabetes
Para ahli mengatakan bahwa ketika tingkat glukosa dalam darah meningkat, penyerapan ulang glukosa pada ginjal pasien tidak lengkap yang berarti sebagian besar glukosa tertinggal di urin. Kondisi ini dikenal dengan istilah glycosuria. Masalah ini selain menyebabkan tingginya kadar gula urin juga meningkatkan tekanan osmotic urine.Untuk gejala diabetes tipe I muncul secara tiba-tiba pada saat usia anak-anak sebagai akibat dari kelainan genetika, sehingga tubuh tidak memproduksi insulin dengan baik.Gejala-gejalanya antara lain adalah:
• Sering buang air kecil
• Terus-menerus lapar dan haus
• Berat badan menurun
• Kelelahan
• Penglihatan kabur
• Infeksi pada kulit yang berulang
• Meningkatnya kadar gula dalam darah dan air seni. Cenderung terjadi pada mereka yang berusia di bawah 20 tahunSedangkan gejala diabetes tipe II muncul secara perlahan-lahan sampai menjadi gangguan yang jelas, dan pada tahap permulaannya seperti gejala diabetes tipe I, yaitu:
• Cepat lelah, kehilangan tenaga, dan merasa tidak fit
• Sering buang air kecil
• Terus menerus lapar dan haus
• Kelelahan yang berkepanjangan dan tidak ada penyebabnya
• Mudah sakit yang berkepanjanganJika glukosa darah sudah tumpah ke saluran urin dan urin tersebut tidak disiram, maka akan dikerubuti oleh semut yang merupakan tanda adanya gula.
Gejala lain yang biasanya muncul adalah:
• Penglihatan kabur
• Luka yang lama sembuh
• Kaki terasa kebas, geli, atau merasa terbakar
• Infeksi jamur pada saluran reproduksi wanita
• Impotensi pada priaDiabetes Tipe II biasanya terjadi pada mereka yang berusia diatas 40, tetapi prevalensinya makin tinggi pada golongan anak-anak dan remaja.
Riset juga menemukan bahwa kebanyakan orang yang mengalami gejala pre-diabetes, yaitu suatu kondisi yang merupakan pendahuluan dari munculnya diabetes tipe II, tidak menyadari bahwa ia sedang diincar oleh diabetes yang berbahaya. Walaupun gejalanya tidak muncul, tetapi dari pemeriksaan gula darah menunjukan bahwa kadar gula darah puasa berada di atas normal, meskipun belum cukup tinggi untuk dikategorikan sebagai kasus diabetes. Tetapi kasus pre-diabetes itu sendiri dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular sampai 50%.

Tipe atau Jenis-jenis Diabetes
Diabetes Tipe I, (IDDM/ tergantung insulin)
Diabetes Tipe I ini adalah bila tubuh perlu pasokan insulin dari luar, karena sel-sel beta dari pulau-pulau Laangerhans telah mengalami kerusakan, sehingga pankreas berhenti memproduksi insulin. Kerusakan sel beta tersebut dapat terjadi sejak kecil ataupun setelah dewasa.Diabetes Tipe I ini diidap oleh sekitar 10-15% penderita diabetes di Amerika Serikat. Penderitanya harus mendapatkan suntikan insulin setiap hari selama hidupnya, sehingga dikenal dengan istilah Insulin-dependent diabetes mellitus (IDDM) atau diabetes mellitus yang tergantung pada insulin untuk mengatur metabolisme gula dalam darah. Dari kondisinya, inilah jenis diabetes yang paling parah.Diabetes Tipe I ini biasanya ditemukan pada penderita yang mulai mengalami diabetes sejak anak-anak atau remaja, sehingga pada zaman dulu para dokter menyebutnya sebagai diabetes anak muda. Separuh dari penderita diabetes yang mengidapnya adalah usia dewasa, tetapi tidak berbadan gemuk seperti umumnya penderita.

Diabetes Tipe II.
Para periset menyebutnya sebagai Diabetes Tipe 1,5, yang disebut sebagai LADA (latent autoimmune diabetes in adults), karena sistem imun menyerang (reaksi autoimun) sel-sel beta pankreas secara perlahan-lahan sehingga berhenti memproduksi insulin.Penderita Diabetes Tipe I sangat rentan terhadap komplikasi jangka pendek yang berbahaya dari penyakit ini, yakni dua komplikasi yang erat berhubungan dengan perubahan kadar gula darah, yaitu terlalu banayak gula darah (hiperglikemia) atau kekurangan gula darah (hipoglikemia). Risiko lain penderita diabetes tipe I ini adalah keracunan senyawa keton yang berbahaya dari hasil samping metabolisme tubuh yang menumpuk (ketoasidosis), dengan risiko mengalami koma diabetik.Diabetes Tipe II, (NIDDM/ tidak tergantung insulin)Diabetes Tipe II terjadi jika insulin hasil produksi pankreas tidak cukup atau sel lemak dan otot tubuh menjadi kebal terhadap insulin, sehingga terjadilah gangguan pengiriman gula ke sel tubuh. Diabetes Tipe II ini merupakan tipe diabetes yang paling sering umum dijumpai, juga sering disebut diabetes yang dimulai pada masa dewasa, dikenal sebagai NIDDM (Non-insulin dependent diabetes mellitus). Jenis diabetes ini mewakili sekitar 90% dari seluruh kasus diabetes, karena umumnya 4 sampai 5 orang penderita Diabetes Tipe II ini memiliki kelebihan berat badan, maka obesitas sering dijadikan sebagai indikator bagi penderita diabetes.Diabetes Tipe II ini dapat menurun dari orangtua yang penderita diabetes. Tetapi risiko terkena penyakit ini akan semakin tinggi jika memiliki kelebihan berat badan dan memiliki gaya hidup yang membuat anda kurang bergerak. Jadi pada Diabetes Tipe II ini yang menjadi pencetus utama adalah faktor obesitas (gemuk berlebih). Faktor penyebab lain adalah pola makan yang salah, proses penuaan, dan stress yang mengakibatkan terjadinya resistensi insulin. Juga mungkin terjadi karena salah gizi (malnutrisi) selama kehamilan, selama masa anak-anak, dan pada usia dewasa.

Diabetes Tipe III
Diabetes Tipe III, baru ditemukanPara ahli di US percaya bahwa mereka telah menemukan tipe baru diabetes setelah menemukan bahwa insulin juga diproduksi di otak dan dapat meningkatkan risiko terhadap penyakit Alzheimer’s. Penelitian yang dilakukan oleh Suzanne de la Monde bersama rekannya yang seorang professor di bidang patologi di Brown Medical Schoolini menemukan hubungan antara penyakit diabetes dan Alzheimer. Suzanne mengemukakan bahwa insulin yang diproduksi dalam otak, dibutuhkan tubuh untuk kelangsunagan hidup sel-sel otak. Bila jumlahnya kurang, maka sel-sel otak pun akan mengalami degenerasi dan akhirnya memicu timbulnya penyakit Alzheimer. Hasil penelitian ini diperkuat lagi dengan dilakukannya penelitian pada jaringan otak dari mayat yang sebelumnya telah di diagnosa menderita penyakit Alzheimer. Hasilnya jumlah insulin dan IGF I berkurang di daerah cortex, hippocampus, dan hipotalamus.

Pencegahahan
Melihat bahwa gangguan keseimbangan kadar gula darah dapat dipengaruhi oleh konsumsi makanan yang berlebihan (pola makan yang salah) dan kegiatan yang penuh tekanan (gaya hidup stress), maka diabetes sebenarnya dapat dicegah dengan cara-cara berikut.
  • Bila kegemukan, turunkan berat badanLakukan latihan aerobik (berenang, bersepeda, jogging, jalan cepat) paling tidak tiga kali seminggu, setiap kali 15-60 menit sampai berkeringat dan terengah-engah tanpa membuat napas menjadi sesak.
  • Konsumsi gula sedikit mungkin atau seperlunya, karena bukan merupakan bagian penting dari menu yang sehat. Kebutuhan zat gula darah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dapat dipenuhi dari karbodihrat yang berasal dari beras, sereal, roti, kentang, atau bakmi dalam menu sehari-hari.Setelah berumur 40, periksa kadar gula urine kita setiap tahun, terutama bila anda mempunyai riwayat keluarga penderita diabetes.
  • Bagi anda yang sudah memiliki “bakat” diabetes, jangan khawatir, marilh kita pelajari cara mengobatinya.Mengatasi Diabetes Kondisi diabetes tergantung pada individu masing-masing, terutama dari segi kepatuhan dan kedisiplinan untuk melakukan diet dan olahraga secara benar dan teratur. Selain itu, dosis suatu obat yang diberikan dokter pun harus sesuai dengan kondisi penderita. Bila pada suatu taraf obat tersebut sudah tidak mampu lagi menurunkan kadar gula sang penderita, maka harus diganti dengan obat lain atau insulin.
  • Salah satu tips mengatasi Diabetes adalah :
  1. Patuhi Nasehat Dokter. Disiplin minum obat, minumlah obat yang diresepkan dokter secara teratur sesuai dengan aturan pemakaiannya. Jangan dicampur obat lain tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anda. Dan tak kalah pentingnya adalah Jadilah dokter pendamping diri sendiri, karena akan lebih bertanggung jawab atas kesembuhan dari sendiri.
  2. Diet. Pola diet yang aman bagi penderita/ atau yang terkena gejala Diabetes adalah dengan cara Memilih karbohidrat yang aman. Memilih sumber karbohidrat yang aman bagi penderita diabetes adalah memilih makanan yang mengandung senyawa karbohidrat kompleks, yang dapat melepaskan glukosa darah secara bertahap, agar tidak terjadi lonjakan kadar gula darah dengan tiba-tiba setelah makan. Pola diet diabetes yang tepat untuk mencegah agar tidak terkena diabetes adalah yang bertujuan untuk menjaga agar berat badan tidak berlebihan.
  3. Pangkaslah kalorinya, Kurangi lemaknya, makanlah karbohidrat kompleks, ucapkan selamat tinggal pada yang manis, ngemilah diantara waktu makan, dan tidak lupa Lengkapi dengan seratOlahraga dengan teratur. Tidak dianjurkan untuk olah raga tertentu. Akan tetapi sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh sehingga tidak memberikan beban yang berlebih pada tubuh. Beberapa jenis olah raga yang dianjurkan seperti, berjalan kaki, bersepeda, berenang atau senam.
  4. Kontrol gula darah secara rutin.Dampak Bagi Penderita dalam KehidupanSetiap penyakit memang mempunyai dampak yang berat atau ringan dalam kehidupan penderita. Tergantung jenis penyakit yang dideritanya.

Dampak Bagi Penderita dalam Kehidupan

Dampak yang dimaksud adalah bisa dampak psikologi, dampak terhadap diri sendir dan keluarga, bahkan dampak sosialnya. Bagi sebagian besar penderita penyakit diabetes memang tidak banyak berdampak besar pada masalah sosial. Akan tetapi lebih pada diri sendiri, termasuk dengan resistensi terhadap tubuh itu sendiri. Sehingga tidak jarang penderita diabetes mengalami komplikasi atau potensi komplekasi lebih besar dibandingkan dengan dengan penyakit lainnya.

Diabetes bisa menyebabkan beberapa komplikasi diantaranya adalah sebagai berikut :Hypoglycemia , Ketoacidosis, Nonketotic hyperosmolar comaKomplikasi jangka panjang lainnya seperti :Penyakit kardiovaskular/penyakit jantung. Resiko terkena penyakit jantung meningkat dua kali lipat bagi penderita Diabetes. Gagal ginjal, Kerusakan pada mata (kebutaan), Kerusakan syaraf Kerusakan microvascular yang menyebabkan impontensi.Sehingga banyak peneliti yang mencoba menghubungkan pengaruh penyakit terhadap fungsi kognitif pada orang yang berumur yang menderita Diabets dan yang tidak, dan hasilnya sungguh membingungkan. Saat ini meskipun para ahli tidak menyatakannya secara langsung, namun mereka sepakat bahwa fungsi kognitif seseorang, selain Diabetes, juga dipengaruhi oleh umur, lama suatu penyakit diderita, pengendalian glycemic, dan juga faktor lain.


UPAYA-UPAYA DALAM PENANGGULANGAN MENAGANI PENDERITA DIABETESSeperti yang telah disebutkan di atas bahwa masalah penyakit Diabetes merupakan masalah global yang harus ditangani bersama-bersama. Selain upaya dari diri penderita bantuan perhatian dari orang lain pun sangat membantu dalam mencegah, mengobati dan menekan jumlah penderita, peran Masyarakat maupun pemerintah sebagai lembaga yang dapat mengambil kebijakan sangat menentukan dalam mengurangi jumlah penderita Diabetes di seluruh dunia. Langkah-langkah yang diambil meliputi:
  1. Prinsip-Prinsip Untuk Perubahan Positif Pada Perawatan Diabetes- Diabetes harus diprioritaskan sebagai inisiatif kesehatan publik.- Terdapat kebutuhan untuk penyatuan kebijakan untuk memfasilitasi pertukaran dari praktek terbaik, meningkatkan kepedulian dan mengimplementasikan program pencegahan yang efektif.- paya kerjasama antara pemerintah dan asosiasi diabetes regional yang mempermudah perawatan diabetes yang mutakhir, lebih awal dan lebih intensif dengan hasil-hasil yang maju. Organisasi Nirlaba dapat menjadi pilar ketiga yang penting dalam mendukung yayasan untuk perubahan perawatan kesehatan.- Peningkatan pemahaman publik adalah penting untuk pencegahan dan diagnosa awal diabetes.- Kesuksesan kepedulian publik dalam langkah-langkah pencegahan primer herus mengadopsi pendekatan holistic antar disiplin ilmu dengan pelatihan diabetes yang menyeluruh untuk profesional perawatan kesehatan untuk memastikan konsitensi informasi.- Strategi manajemen yang berpusat pada pasien terbukti berhasil dalam memotivasi sejumlah individu untuk secara aktif mengelola sendiri kondisi mereka.- Program-program pencegahan harus melingkupi masalah lebih luas dari kegemukan dan gaya hidup santai dan melibatkan sektor-sektor lain termasuk industri makanan.
  2. Kemitraan GlobalKemitraan Global untuk Manajemen Diabetes yang Efektif, hari ini menyerukan pemeriksaan seksama dalam pendekatan dan sikap dunia terhadap pencegahan dan perawatan diabetes untuk membalikkan peningkatan wabah diabetes baru-baru ini yang dikenali diakui oleh Hari Diabetes Dunia yang pertama oleh PBB. Dalam sebuah publikasi baru yang berjudul Resolusi PBB pada diabetes: “Waktunya untuk Menempatkan Kata-kata Bijak menjadi Aksi,” Resolusi PBB merupakan tonggak sejarah yang besar karena Ia menandai diabetes sebagai ancaman serius, yang tumbuh dan membutuhkan biaya pada perorangan dan kesehatan dunia. Statistik yang mengejutkan dari penyakit ini menunjukkan bahwa sama sekali tidak ada ruang untuk kepuasan,” kata Martin Silink, Presiden dan pemimpin kampanye Federasi Diabetes Internasional untuk Resolusi PBB pada diabetes. “Agar Resolusi PBB memiliki signifikansi nyata dan dampak dunia yang sebenarnya, kita harus bergabung bersama untuk mengimplementasikan secara efektif sejumlah inisiatif yang proaktif seperti hal-hal yang telah digariskan dalam publikasi dari Kemitraan Global.Kemitraan Global merupakan gugus tugas global yang terdiri dari para pakar diabetes internasional yang berkomitmen menyediakan masukan praktis untuk meningkatkan perawatan diabetes. Dalam publikasi baru, para pakar menanggapi seruan Resolusi PBB untuk beraksi dengan menawarkan panduan praktis memberikan inspirasi dan memperkuat semua anggota komunitas diabetes untuk beraksi memajukan perawatan diabetes — mulai dari penyedia perawatan kesehatan hingga pada pasien dan sejumlah pemerintahan nasional. Contoh-contoh ini menyoroti manfaat dari intervensi awal dan intensif untuk mencegah komplikasi diabetes, fokus pada nilai dari pendekatan kelompok pada manajemen penyakit dengan pasien di tengah-tengah untuk hasil yang lebih baik; dan menegaskan kebutuhan untuk berubah dalam praktek dan kebijakan kesehatan untuk memberikan dampak jangka panjang yang bertahan lama pada pasien dan kesehatan masyarakat di seluruh dunia.Jika kita tidak beraksi sekarang, pada tahun 2025 hampir 400 juta orang seluruh dunia akan hidup dengan diabetes secara global. Nyatanya, sejumlah pendekatan terkini pada pencegahan dan perawatan diabetes tidak mampu bekerja dengan cukup baik,” kata Profesor Stefano Del Prato, kepala Kemitraan Global dan profesor endokrinologi di Universitas Pisa, Italia. “Tidak ada seorang pasien, dokter, pemerintah atau kawasan yang dilengkapi untuk berhadapan dengan diabetes secara sendiri. Penting untuk membahas krisis kesehatan publik ini dalam cara lintas disiplin dan berbagi untuk memotivasi dan memperkuat para individu penderita diabetes untuk mengontrol kondisi mereka.”Resolusi PBB pada diabetes: “Waktunya untuk Menempatkan Kata-kata Bijak menjadi Aksi,” Membuat dampak positif yang bermakna pada wabah diabetes dunia, masukan dari sejumlah pakar internasional untuk aksi-aksi selanjutnya dari para pemegang saham kunci pada perawatan diabetes. Prinsip-prinsip ini sendiri tidak radikal, namun jika di-implementasikan dan mempertahankan secara global, mereka meletakkan dasar untuk revolusi diseluruh dunia dalam pengelolaan dan pencegahan diabetes.KesimpulanDari uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa:1. Penyakit Diabetes merupakan penyakit sangat berbahaya dan perlu mendapatkan perhatian yang serius bagi setiap orang.2. Ketrerlibatan dunia dalam menangani persoalan Diabetes merupakan harapan baru bagi pendertia atau masyarakat yang belum menderita agar dapat percaya diri dalam menjalni kehidupan.3. Perlu upaya lebih keras dari semua elemen masyarakat agar penyakit Diabetes dapat ditekan sedemikian kecil di masa yang akan datang.

Sunber Rujukan :

1. Judul : Understanding the Metabolic Syndrome

Alamat : http://www.majalah-farmacia.com/rubrik/one_news.asp?IDNews=236.

Sumber : Farmacia

2. Judul : Paka Diabetes Serukan Tanggung Jawab Bersama

Alamat : http://sweetpee.wordpress.com/2007/11/28/pakar-diabetes-internasional-serukan-tanggungjawab-bersama/

Sumber : Sweetpee is Kencing Manis

3. Judul : Diabetes mellitus

Alamat : http://id.wikipedia.org/wiki/Diabetes

Sumber : wikipedia

4. Judul : Diabetes and Oral Health Problems

Alamat : http://www.colgate.com/app/Colgate/US/OC/Information/OralHealthBasics/MedCondOralHealth/DiabetesandDisorders/DiabetesandOralHealthProblems.cvsp

Sumber : Colgate Word of Care