Kritik atas Artikel
Pengaruh Waktu Luang dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Bidang Studi IPS
ditulis oleh Wuwuh Yunhadi, S.S, M.Pd
Yang diambil pada Jurnal Progress Vol 2 No. 2 September 2005.
Disusun oleh:
AAN HASANAH
NIM : 0805136112
Kritik yang ingik saya gali dari arikel ini meliputi:
- Kritik atas metode yang digunakan. Hal ini perlu dilakukan karena ingin melihat sejauh mana artikel ini dapat dikatakan ilmiah sesuai dengan referensi yang telah disepakati oleh para ahli penelitian.
- Isi dari artikel bersangkutan. Kritik ini akan mengkaji keterkaitan antar sub bagian dari metode sejak abstrak hingga kesimpulan. Apakah antar sub bagian tersebut memang ada keterkaitan dan mempunyai hubungan yang erata dari pembahaan tersebut.
- Komentar penulis (saya) terhadap kekurangan dan kelebihan atau kepantasan atas tulisn tersebut. Hal ini untuk melihat sejauh mana artikel ini memberikan kepuasan atas pembaca, sehingga apakah memang sudah cukup atau memang berkelebihan. Dalam arti bahwa kalau memang perlu ditambahkan atau perlu dikurangi. Alasan ini kami ambil dari sudut kepuasan pembaca, karena bagaimana pun baiknya isi artikel akan tetapi tidak memenuhi harapan pembaca maka sia-sialah tulisan tersebut. Dengan demikian, poin ketiga tidak ditemukan dalam teori ilmiah, akan tetapi menurut pemikiran diri pembaca.
Artikel di atas termasuk dalam anatomi artikel hasil penelitian. Secara keseluruhan artikel ini terdiri dari, judul, nama penulis berserta gelar akademiknya, abstrak, Key-words, pendahulaun (dengan tidak ditulis kata”pendahuluan”) kajian pustaka (tidak dicantumkan Kata ”Kajian Pustaka”), Pembahasan, simpulan dan daftar rujukan.
Pembahsan 1.
Dari sudut metode penulisan artikel diatas sudah memenuhi sebagian besar syarat penulisan artikel dalam ranah anatomi penelitian. Menurut Teguh Budiharso (2006:42) bahwa jenis artikel anatomi penelitian terdiri atas judul, nama penulis, abstrak, kata konci, lembaga asal penulis, pendahuluan, metode penelitian, pembahasan, simpulan dan daftar rujukan. Memang tidak banyak diharapkan persyaratan pada penulisan jenis seperti ini. Akan tetapi batas minimal metode penulisan juga harus diperhatikan. Hal ini agar pembaca dapat mengetahui secara pasti bahwa hasil penelitian yang dilakukan termasuk dalam penelitian ilmiah atau bukan.
Pembahsan 2.
a. Judul Artikel
Pada bagian judul artikel telah berisi gambaran tentang variabel atau fokus kajian dalam artikel. Dengan kata lain judul artikel diatas menurut hemat saya telah memberikan informasi yang dianggap penting berkaitan dengan pembahasan.
Abstract dan Key-words
Pada bagian ini penulis artikel juga telah menmunculkan isi menyeluruh dari artikel dengan singkat dan padat yang penekanan utamanya memuat masalah dan tujuan penelitian, metode penelitian dan dan hasil penelitian.
Pada artikel diatas khusus pada bagian abstrak menurut penulis hanya memuat masalah , metode penelitian dan dan hasil penelitian. Tidak mencantumkan tujuan penelitian. Walaupun demikian secara keseluruhan pada bagian abstract dan key-words sudah dapat dipahami bahwa artikel tersebut termasuk dalam ranah anatomi hasil penelitian.
b. Pendahuluan.
Pada bagian ini, memang tidak tercantum kata ”pendahuluan” pada awal kalimat atau paragraf. Akan tetapi secara umum telah menggambarkan dan mengisyaratkan adanya pendahuluan dengan latar belakang serta ungkapan-ungkapan yang sesuai dengan pendahaluan yang meliputi, kajian pustaka serta hal-hal pokok yang akan dibahas. Pada bagian pendahuluan telah tercantum permasalaha penelitian, tujuan penelitian dan rangkuman kajian teoritik yang relevan. Menurut Arikunto, (1998: 324) pada bagian Tujuan peneliti menjelaskan kepada pembaca tentang sitematika penulisan agar pembaca dapat mengikuti dengan mudah dan diajak menjelajahi garis besar isi laporan. Dengan demikian Pendahuluan sangat penting mengingat pembaca sangat berharap mendapatkan gambaran yang sistematis tentang apa dan bagaimana laporan hasil penelitian ini dibuat.
Dengan demikian pada Bagian Pendahuluan Artikel ini sudah memenuhi harapan pembaca karena mengandung unsur-unsur diatas.
c. Kajian Pustaka
Seperti yang disebutkan di atas, bahwa kajian pustaka tidak diisyaratkan adanya kajian pustaka, akan tetapi dalam artikel tersebut dibahas beberapa hal yang berkaitan dengan judul artikel. Walaupun ini bukan suatu Kewajiban, akan tetapi ini sangat penting mengingat penelitian dengan pengetahuan yang sudah ada harus selalu berdekatan. Karena bahan pustaka sebagai gudang ilmu pengetahuan (Arikunto, 1989:68)
Sementara isi dari kajian pustaka meliputi dua hal, (1) deskripsi teoritis mengenai variabel yang akan diteliti, dan (2) kesimpulan tentang kajian dalam bentuk argumentasi atas uraian yang diberikan sebelumnya. (Teguh Budiharso, 2006:87)
Dari uarain diatas maka pandangan saya terhadap artikel tersebut sudah memenuhi kriteria tersebut. Walupun tidak spesifik dicantumkan kajian pustaka, gambaran menyeluruh tentang kajian ini sudah tercantum dalam artikel tersebut. Dengan demikian pembaca dengan mudah dapat melihat secara nyata bahwa pemahaman akan variabel yang diteliti sudah tercantum dan teruraikan secara jelas.
d. Pembahasan
Pada bagian pembahasan anatomi hasil penelitian berisi tentang kepuasan atau analisi permasalahan. Dasar pemikiran analisis dan pembahasan ialah kajian teori atau anlisis dan sintesis pemikiran peneliti, penyajian bisa memberikan argumentasi, komparasi dan pengembangan keduanya.(Budiharso, 2006:46)
Pada bagian pembahasan hasil penelitian menyajikan data sesuai instrumen dan jenis data yang dijaring, sehingga apabila peneliti menggunakan satu jenis instrumen harus menyajikan satu data saja demikian juga apabila lebih dari satu data. Pada bagian ini juga peneliti memberikan telaah dan penilaian kritis terhadap hasil atau temuan penelitian. Sehingga, secara umum bertujuan untuk menjawab rumusan masalah dalam penelitian dan menunjukkan bagaimana temuan diperoleh, menginterpertasikan temuan penelitian, mengaitkan temuan penelitian dengn temuan atau teori yang digunakan dalam penelitian atau memunculkan teori baru atau memodifikasi teori yang sudah ada, (Budiharso, 1006:73)
Dengan demikian pada pembahasan artikel diatas dapat dipahami sebagian besar sudah memunuhi kreteria di atas walaupun tidak secara mendalam karena memang disesuaikan dengan jenis penelitiannya.
e. Simpulan
Simpulan atau kesimpulan pada umumnya berisi ringkasan hasil penelitian dan pembahasan. Menurut Arikunto, (1998: 311) kesimpulan dalam penlitian bukanlah merupakan suatu karangan atau diambil dari pembicaraan-pembicaraan lain, akan tetapi hasil dari suatu proses tertentu yaitu ”menarik”, dalam arti ”memindahkan” sesuatu dari suatu tempat ke tempat yang lain. Budiharso (2006: 44) menjelaskan isi simpulan/kesimpulan harus sejalan dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Sehingga kesimpulan ditulis dengan esensi pokok pikiran temuan peneliti.
Kalau membaca simpulan dari artikel yang ditulis oleh Wuwuh Yunhadi, S.S, M.Pd diatas saya menilai kreteria tersebut sudah memenuhi persyaratan sesuai dengan kaidah penulisan ilmiah.
Pembahasan 3.
Pada pembahsan ketiga ini saya sebagai pembaca menilai pada aspek keinginan saya sebagai pembaca. Antara lain:
- Sebagai pembaca mengiginkan adanya rumusan masalah serta metodelogi penlitian yang ditulis pada. Hal ini penting agar saya sebagai pembaca dapat melihat secara jelas kaitan tujuan penelitian pada hasil penelitian atau pembahasan.
- Penulisan pendahuluan dan Kajian pustaka dapat ditulis secara jelas sehingga pembaca dapat mengetahui batasan-batasannya dari penelitian tersebut.
Referensi
Budiharso, Teguh. 2006. Pengantar Penulisan Karya Ilmiah. Samarinda: Book Certel
Suharsimi, Arikunto. 1998. Prosedur Penelitian Suatu pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar